Filosofi Kopi Angga Sasongko dan Fenomena "Dream Maker" Kontemporer

Kompas.com - 04/08/2017, 18:12 WIB
 Karim Raslan (kiri) dan Angga Sasongko sedang bersantai menikmati kopi di kedai Filosofi Kopi, Melawai Jakarta, Juli 2017. Dok Karim Raslan Karim Raslan (kiri) dan Angga Sasongko sedang bersantai menikmati kopi di kedai Filosofi Kopi, Melawai Jakarta, Juli 2017.
EditorAmir Sodikin

Dalam film pertama, ada El (Julie Estelle), penulis kopi yang angkuh yang menggiring cerita. Di film kedua muncul pengusaha cantik bernama Tarra (Luna Maya), dan seorang barista eksentrik berdedikasi bernama Brie (Nadine Alexandra). Mereka menguji para pria ini.

Filosofi Kopi Poster Film Filosofi Kopi
Baik dalam Filosofi Kopi pertama maupun kedua, realitas kehidupan sehari-hari di Indonesia seperti kekerasan, ketidakadilan, dan kekebalan hukum, mengoyak keseimbangan secara tajam.

Khususnya Ben yang dipaksa menerima tragedi keluarga yang telah membentuk hidupnya. Namun di satu titik, dia akhirnya menemukan kedamaian ketika memutuskan untuk meneruskan pembibitan kopi yang dirintis mendiang ayahnya di Lampung.

Meskipun tak satu pun dari kedua film ini mencapai box office, mungkin karena latar ceritanya yang terlalu urban, namun Angga meyakinkan saya bahwa kedua filmnya itu menguntungkan.

Dan karena kegigihannya menggunakan berbagai platform, seri Filosofi Kopi berdampak luar biasa terhadap budaya pop Indonesia.

Pastinya, kedua bintang pria itu pun menjadi “properti panas”. Di saat yang sama, Angga juga berhasil menunjukkan semangat dan jiwa kontemporer Jakarta pascareformasi yang menuju ulang tahun keduapuluh.

Bukan berarti Angga yang menemukan budaya kopi di Indonesia. Sejak dulu kala, budaya minum kopi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan di Nusantara.

Memang ada kata khusus dalam bahasa Indonesia yaitu “ngopi-ngopi” yang berarti “pergi keluar untuk minum kopi”. Apa yang Filosofi Kopi capai adalah membuat "ngopi-ngopi" itu menjadi lebih keren sekaligus memuliakan integritas petani kopi.

Menariknya, dan ini tema konstan dengan milenium global, Filosofi Kopi juga membangkitkan kerinduan pada sebuah keaslian dan kehidupan yang nyaman dan tenang.

Ada beberapa adegan yang memamerkan pemandangan alam Indonesia yang begitu indahnya. Angga seakan ingin menggoda penonton yang terjebak dalam kesemrawutan Jakarta untuk kembali ke desa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X