Filosofi Kopi Angga Sasongko dan Fenomena "Dream Maker" Kontemporer

Kompas.com - 04/08/2017, 18:12 WIB
Angga Sasongko selain menjadi sutradara film bertema kopi, Ia juga lihai dalam membuat kopi di kedai miliknya, kawasan Blok M Jakarta. Dok Karim RaslanAngga Sasongko selain menjadi sutradara film bertema kopi, Ia juga lihai dalam membuat kopi di kedai miliknya, kawasan Blok M Jakarta.
EditorAmir Sodikin

Wiro Sableng 212

Setelah Filosofi Kopi, Angga tetap menjadi sutradara yang super sibuk. Dia akan segera mengalihkan produksinya ke pembuatan film laga yang mengangkat kisah legendaris Wiro Sableng 212.

Ini sebuah proyek besar dengan dana yang besar juga dari Fox International, dan Angga dipercaya menjadi sutradaranya. Proyek ini juga akan menjadi sebuah lompatan besar bagi Angga yang harus syuting selama tiga bulan di daerah terpencil dan hutan lebat di Jawa Barat.

Selain itu, Angga juga punya rencana sendiri untuk perusahaanya, Visinema Pictures, yang telah memiliki daftar proyek hingga 2021, termasuk pembuatan ulang serial televisi Keluarga Cemara yang dulu sempat menjadi tontotan favorit.

Dia juga sangat beruntung karena memiliki Anggia Kharisma, istri yang juga andal sebagai produser film.


Setelah menonton beberapa hasil karyanya, mulai dari Cahaya Dari Timur: Beta Maluku yang epik, kisah tentang penyelamatan anak-anak korban perselisihan agama di Ambon dengan sepak bola, hingga Surat Dari Praha, tampak jelas bahwa Angga sangat mahir menangani cerita-cerita berorientasi laki-laki.

Meski dia ingin menunjukkan bahwa karakter perempuan di dalam filmnya juga sama-sama memiliki peran yang penting, saya tidak setuju. Namun, film-filmnya mendapatkan pengakuan yang kritis dan menjadi bagian dari lanskap budaya kontemporer.

Singkatnya, Angga adalah sutradara yang tidak terpengaruh tren, tidak ada film horor untuk Angga. Dan menurut saya, dia kelak akan membuat jackpot dalam film-film box office di tahun-tahun mendatang.

Bertemu langsung dengan lulusan Universitas Indonesia dan ayah dari satu anak ini juga sedikit mengejutkan karena terlepas dari aspek-aspek historis dan emosional di film-filmnya, Angga adalah sosok berperawakan kecil.

Namun, tubuhnya yang kecil itu tertutupi oleh tekad dan semangat yang kuat. Dia adalah orang yang dapat membuat semuanya terjadi, seorang impresario modern seperti halnya Run Run Shaw atau George Lucas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X