Gita Gutawa Rilis Piringan Hitam untuk Album Gita Puja Indonesia

Kompas.com - 13/08/2017, 15:41 WIB
Gita Gutawa bernyanyi di Gedung Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). Ia menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya yang berjudul Gita Puja Indonesia. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanGita Gutawa bernyanyi di Gedung Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017). Ia menyanyikan beberapa lagu dari album terbarunya yang berjudul Gita Puja Indonesia.
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis musik Gita Gutawa berencana merilis album bertema nasionalisme Gita Puja Indonesia dalam bentuk vinyl atau piringan hitam.

"Untuk Gita Puja Indonesia berencana untuk bikin vinyl sih. CD kan sudah agak menurun. Yang naik justru vinyl," ujar Gita di Gedung Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (11/8/2017).

Putri komposer Erwin Gutawa itu bukan mengincar keuntungan. Ia tetap membuat rilisan CD secara terbatas.

Gita berpendapat karena temanya tentang nasionalisme, album itu cocok bila dirilis dalam bentuk piringan hitam. Apalagi Gita Puja Indonesia akan menjadi album fisik perdananya.

"Album saya memang collector item. Insya Allah target kami pas Hari Sumpah Pemuda rilis vinyl. Aku ngerasa seru banget kalau buat vinyl," ucap dia.

Dalam album tersebut, Gita membawakan delapan lagu nasional, yaitu "Tanah Tumpah Darahku", "Bagimu Negeri", "Syukur", "Tanah Air", "Ibu Kita Kartini", "Terima Kasihku", "Mengheningkan Cipta", dan "Puja Indonesia".

Menurut Gita, album itu merupakan persembahannya bagi bangsa Indonesia. Ide membuat album itu lahir ketika ia menempuh pendidikan S1 dan S2 di Inggris pada 2011-2017.

Ketika itu muncul kesadarannya bahwa Indonesia kaya akan lagu-lagu nasional dan mulai berpikir untuk menyuguhkan kembali lagu-lagu nasional itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X