Tantri KotaK Tak Pernah Merasa sebagai Lady Rocker

Kompas.com - 12/09/2017, 10:07 WIB
KotaK usai tampil dalam Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (10/9/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGKotaK usai tampil dalam Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (10/9/2017).
|
EditorKistyarini

DENPASAR, KOMPAS.com - Vokalis grup band KotaK, Tantri Syalindri, sering disebut-sebut sebagai penerus Lady Rocker Indonesia Nicky Astria karena karakter vokal mereka yang dianggap sama.

Namun dalam sesi wawancara di area Soundrenaline 2017 di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (10/9/2017) malam, Tantri enggan disebut lady rocker.

"Saya sih sampai sekarang enggak merasa jadi Lady Rocker," ujar ibu anak satu itu.

Tantri merasa belum ada apa-apanya dibandingkan dengan Nicky Astria. Dia mengakui memiliki warna vokal sejenis dengan Nicky, tetapi tetap berbeda satu sama lain.

"Kebetulan mungkin (vokalku) lebih kuat dan cocok dengan musik rock, tapi saya tidak merasa jadi seorang rocker yang menggantikan seorang Nicky Astria, suara juga masih tinggian dia he he he," kata Tantri.

[Baca juga: Tantri Kotak: Anakku Sudah Bawel Banget]

Ia juga menegaskan bahwa predikat bukanlah hal yang begitu penting baginya, yang terpenting adalah bermusik.

[Baca juga: Tantri Tak Tega Bawa Anak Saat Kotak Melangsungkan Kegiatan Tur]

"Jadi ya kalau sekarang saya tetap berkarier ya karena musik yang mempertemukan saya dengan KotaK, membawa saya bisa ngumpul sama anak-anak (KotaK), bisa ketemu suami saya dan akhirnya punya anak. Saya enggak mau menomorduakan musik," kata Tantri.

[Baca juga: Serunya Tantri Merawat Putrinya Tanpa Pengasuh]

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X