Kepada Penyidik Syahrini Nyatakan Tak Pernah Di-endorse First Travel

Kompas.com - 27/09/2017, 15:05 WIB
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Selama satu jam lebih penyanyi Syahrini (35) menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan oleh biro perjalanan First Travel.

Pemeriksaan itu dilakukan di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017).

Syahrini mengatakan bahwa ia telah menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh penyidik. Syahrini juga membantah bahwa selama ini ia di-endorse oleh First Travel untuk perjalanan ibadah umrahnya.

"Apa yang dipertanyakan sudah saya jawab dengan jelas. Jadi, tidak ada yang namanya diberitakan media cetak dan elektronik, bahwa keberangkatan saya di-endorse," ujar Syahrini.

Baca juga: Syahrini: Saya Tergencet Manja Saat Tiba di Bareskrim Polri

Syahrini menjelaskan pula bahwa ia berangkat bersama 12 orang dari keluarga besarnya untuk menjalankan ibadah umrah, bukan 18 orang yang sebagaimana dikabarkan selama ini. Orang-orang lainnya, menurut Syahrini, merupakan kru First Travel yang menemani rombongannya.

Syahrini juga mengatakan bahwa semua hal tentang akomodasi dalam perjalanan tersebut diatur oleh manajer sekaligus adiknya, Aisyahrani.

Syahrini mengaku hanya membayar setengah saja biaya per orang yang ditetapkan, sedangkan setiap orang dari keluarga besarnya membayar penuh.

"Saya bentuk kerja sama diskon dan posting satu kali setiap harinya selama perjalanan di sana," ucap Syahrini.

"Keluarga saya membayar dengan resmi. Saya keliling dunia enggak pernah di-endorse, apalagi ibadah," sambungnya.

Baca juga: Syahrini Diperiksa Bareskrim Polri dalam Kasus First Travel

Sebelumnya, polisi menetapkan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman, dan istrinya, perancang busana Anniesa Hasibuan, menjadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang.

Telah diberitakan, dalam kasus itu, First Travel menawarkan harga perjalanan ibadah umrah yang lebih murah dari agen-agen travel lainnya. Banyak orang membeli paket tersebut. Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, para calon jemaah tak kunjung diberangkatkan.

Baca juga: Syahrini: Saya Tergencet Manja Saat Tiba di Bareskrim Polri

Perusahaan itu kemudian dinilai menipu para calon jemaah yang ingin beribadah. Selanjutnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berencana memeriksa sejumlah artis yang diduga ikut mempromosikan paket tersebut, termasuk Syahrini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.