Intip Set Drum Megah Mike Mangini “Dream Theater”

Kompas.com - 30/09/2017, 19:05 WIB
Band Dream Theater tampil di Festival Musik Rock JogjaRockarta di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Jumat (29/9/2017). Jogjarockarta juga dimeriahkan band pembuka antara lain God Bless, Roxx, Power Metal, dan Death Vomit. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMOBand Dream Theater tampil di Festival Musik Rock JogjaRockarta di Stadion Kridosono, Yogyakarta, Jumat (29/9/2017). Jogjarockarta juga dimeriahkan band pembuka antara lain God Bless, Roxx, Power Metal, dan Death Vomit. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
|
EditorIrfan Maullana

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dalam penampilannya di JogjaRockarta pada Jumat (29/9/2017) malam kemarin, pemain drum Dream Theater, Mike Mangini (54) memboyong set drum favoritnya.

Drum tersebut tampak megah, terlebih setelah Mike menggebuknya selama tiga jam pementasan.

Lalu, apa saja sih jenis drum yang dipakai Mangini dalam setiap kali pementasan? Yuk kita intip.

Dalam situs dailydrummer.com, set drum milik Mangini diketahui di-endorse oleh Perl dengan set empat bas drum. Drum kit milik Mangini ini diberi nama Pearl Reference Pure (Custom Laquer) dengan Pearl drums, Zildjian cymbals, Remo drum heads, Shure mics and Vater Slicknuts.

Dia memakai set ini sejak bergabung bersama Dream Theater pada 2011 lalu. Untuk drumnya saja terdiri dari beberapa kit yang dipasang memutar, yakni 5 1/2 x 14 snare, 6 x 10 mini snare, 10 ePro electronic bas drum, 16x26 bas drum, 18x22 bas drum, 16x18 bas drum, 16x16 floor tom, 9x12 tom, 7x8 tom, 7x6 tom, 8x10 tom, 9x14 tom, 16x18 floor tom, 16x20 gong drum, 10 ePro pad mounted on 10 Rhythm Traveler shell, 12x6 aluminum Cannon tom, 15x6 aluminum Cannon tom, 18x6 aluminum Cannon tom, dan 21x6 aluminum Cannon tom.

[Baca juga: Vokalis Dream Theater Ungkap 27 Persahabatan dengan Bassist-nya]

Beberapa jenis cymbal juga dipilih oleh Mangini yang membuat musik Dream Theater semakin sangar. Berikut daftar cymbal ala Mike: 19 Rezo crash, 20 A Custom China, 17 K Thin Dark crash, 17 K Custom Fast crash, 16 K EFX crash, 19 Z3 China, 18 A Custom Medium crash, 18 Oriental China Trash on top of 14 Trashformer, 20 Earth ride (discontinued, now 20 A Custom), 14 A Custom hi-hats (remote), 13 ZBT hi-hats (X-hat), 8 K splash, 10 Oriental Trash splash, 13 Oriental China Trash on top of 10 Trashformer, 8 ZHT China splash, 12 Oriental China Trash on top of 10 Trashformer, 6 Zil-Bel on top of tambourine, 13 K/Z hi-hats (remote), 13 New Beat hi-hats (X-hat), 20 A Custom ride (now 20 Z3 Rock ride), 14 Oriental China Trash on top of 14 Trashformer, 20 Oriental China Trash on top of 20 Crash of Doom dan yang terakhir 26 gong.

Drum head pilihan Mangini juga menarik untuk disimak. Ia memakai Coated Controlled Sound bottom dot untuk snare, clear black dot tom and gong drum batters and Clear Ambassador bottoms, Clear Powerstroke 3 on 22 untuk bas drum serta clear black dot on 18 and 26 bass drums.

[Baca juga: Dream Theater Getarkan JojgaRockarta dengan The Dark Eternal Night]

Beberapa kit dari perkusi juga dipasangkan di set drum milik Mangini, yakni: Pearl tambourine, wind chimes, and ePro Tru-Trac pads with percussion sounds triggered from the r.e.d.box, Vater black and glow-in-the-dark skull-shaped Slick Nut cymbal fasteners.

Mike Mangini adalah drummer kelahiran Newton, Massachusetts, 18 April 1963. Mangini mendapat gelar profesor dari Berklee College of Music. Debutnya bersama Dream Theater dimulai dari tahun 2011 melalui album A Dramatic Turn of Events.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X