Ada Catatan Najwa Shihab di Konser #TNDMT Glenn Fredly

Kompas.com - 01/10/2017, 11:45 WIB
Najwa Shihab menjadi tamu spesial dalam konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank yang diselenggarakan di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINANajwa Shihab menjadi tamu spesial dalam konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank yang diselenggarakan di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017).
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com – Konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank di Gandaria City Hall, Jakarta Selatan, Sabtu (30/9/2017) tak hanya diisi oleh sederet musisi saja.

Di sela konser, terselip ruang bagi komika Sakdiyah Ma'ruf untuk menyuarakan aspirasinya lewat komedi. Yang mengejutkan, pembawa acara Najwa Shihab turut hadir pula untuk menyampaikan catatannya.

Ketika Najwa naik ke atas panggung, para penonton tak percaya bila pembawa acara itu hadir di tengah-tengah konser.

"Selamat malam band idola sepanjang masa, kakak-kakak Slank dan kakak (Glenn Fredly) yang sedang berulang tahun,” ujar Najwa.

[Baca juga: Ada Stand Up Comedy dalam Konser #TNDMT Glenn Fredly untuk Slank]

“Karena saya sedang jobless, Glenn berbaik hati meminta saya di sini. Saya diminta untuk membuat Catatan Najwa soal isu yang sangat dekat juga dengan kondisi saat ini, yakni korupsi. Ini adalah Catatan Najwa untuk Papa,” sambungnya.

Kemudian, wanita berambut sebahu itu pun membacakan tulisan dari secari kertas di genggamannya.

“Yang paling bahaya dari korupsi, rakyat tidak percaya pada pemimpinnya sendiri. Negara digerogoti dari dalam dihancurkan dengan diam-diam. Demokrasi sebatas jalan untuk berkuasa, mengeruk harta demi kroni dan keluarga,” katanya.

“Dari atas panggung bicara manis-manis, di bawah meja menghisap sampai habis. Koruptor tak akan pernah kehabisan cara, jurus-jurus baru terus mengemuka. Saat KPK sulit untuk dibeli, pilihannya adalah dikebiri. Ketika Pengadilan Tipikor sulit diakali, praperadilan lalu jadi solusi,” lanjutnya.

[Baca juga: Konser #TNDMT Berawal dari Ulang Tahun Glenn Fredly]

Seketika itu, para penonton bertepuk tangan mendengar ucapan Najwa.

“Belut memang sukar ditangkapi, apalagi belut yang sanggup memborong oli. Papa itu memang luar biasa, dibikinnya semua geleng-geleng kepala. Walau kita sebenarnya tidak benar-benar terkejut, kepercayaan publik sudah lama menciut,” ujar wanita kelahiran Makassar, 16 September, 1977

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X