Vicky Shu Ceritakan Keterkaitannya dengan First Travel

Kompas.com - 02/10/2017, 20:13 WIB
Vicky Shu usai menjalani pemeriksaan berkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore. KOMPAS.com/ Andi Muttya KetengVicky Shu usai menjalani pemeriksaan berkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Setelah empat jam diperiksa sebagai saksi berkait kasus dugaan penipuan First Travel, penyanyi Vicky Shu akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore. 

Didampingi kuasa hukumnya, Kemal Maruszama, Vicky menjelaskan bahwa ia menceritakan kronologi keterkaitannya dengan First Travel kepada penyidik.

"Saya menceritakan kronologi, jadi lebih kepada saya menceritakan semuanya sedetail mungkin. Terus saya menceritakan masalahnya apa. Apa keterkaitan saya dengan masalah First Travel ini," kata Vicky kepada awak media

Vicky menegaskan bahwa ia murni hanya sebagai jamaah yang menggunakan jasa agen perjalanan itu untuk umrah. Namun ia tak menampik sudah mengenal salah satu bos First Travel, Anniesa Hasibuan sebelumnya dalam sebuah acara pagelaran busana.

[Baca juga: Vicky Shu Diperiksa Polisi Tanpa Didampingi Suami ]

Ia menyebut kemungkinan ada sekitar 10 sampai 15 pertanyaan dari penyidik kepadanya

"Klarifikasi aja. Sebenarnya pertanyaannya enggak banyak ya, sambil ngopi juga, ada istirahat, ngopi santai sambil ngobrol," ujar Vicky

"Supaya detail bisa tertulis dengan baik dan benar tanpa ada yang kurang, jadi kalau saya terburu-buru nanti ada yang kurang dari pada saya dipanggil-dipanggil lagi," imbuhnya.

Selain Vicky, pesohor hiburan lain yang ikit diperiksa berkait kasus tersebut adalah penyanyi Syahrini pada Rabu (27/9/2017) lalu.

Sebelumnya, polisi menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Desvitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Dalam kasus ini, First Travel menawarkan harga pemberangkatan umrah yang lebih murah dari agen travel lainnya. Pembeli tergiur dan memesan paket umrah.

Namun, hingga batas waktu yang dijanjikan, calon jemaah tak kunjung berangkat. Perusahaan itu kemudian dianggap menipu calon jemaah yang ingin melaksanakan umrah.

[Baca juga: Diperiksa Terkait First Travel, Vicky Shu Siapkan Bukti]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X