Penjelasan Vicky Shu soal Video Testimoni untuk First Travel

Kompas.com - 02/10/2017, 21:00 WIB
Vicky Shu usai menjalani pemeriksaan berkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore. KOMPAS.com/ Andi Muttya KetengVicky Shu usai menjalani pemeriksaan berkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan oleh First Travel di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore.
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi Vicky Shu mengakui bahwa ia pernah diminta terlibat dalam video testimoni untuk mempromosikan fasilitas umrah yang disediakan oleh First Travel

Vicky pun mencoba menjelaskan perihal video yang membuatnya diperiksa oleh Bareskrim Polri atas kasus dugaan penipuan First Travel.

"Pembuatan video itu bagian dari testimoni saya. Saya bekerja saat itu. Ada liputan, ada pembuatan video lalu ada saya harus postong foto," ujar Vicky usai dimintai keterangan selama empat jam di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017) sore.

[Baca: Vicky Shu Ceritakan Keterkaitannya dengan First Travel]

Vicky sudah dua kali menggunakan jasa First Travel untuk ibadah umrah. Pertama, pada 2015 lalu yang kedua pada awal 2017. Saat umrah kedua itu, Vicky sekalian dimintai tolong oleh Anniesa Hasibuan untuk menjadi host video testimoni First Travel.

Video tersebut diunggah oleh saluran First Travel Official dengan judul "Fasilitas Hotel Promo di Madinah" pada Maret 2017.

"(Umrah) yang kedua justru saya ditambah untuk membantu para jamaah itu untuk sharing apa nih pengalamannya, makanannya cukup enak enggak, hotelnya enak enggak lokasinya enak enggak. Itu saya bantu untuk sharing," kaya Vicky.

Namun, pelantun "Mari Bercinta 2" itu menegaskan itu bukan bentuk endorsement. Ia hanya berniat ibadah bersama ibunya, namun kemudian dimintai tolong oleh Anniesa.

 

[Baca: Vicky Shu Akui Kasus First Travel Ganggu Bulan Madunya]

"Untuk keseharian saja saya enggak terima endorsement, apalagi buat ibadah ya. Tadinya saya sama ibu saya mau menggunakan jasa travel lain tapi Mbak Nisa bilang saya mau berangkat. Gimana kalau sekalian aja bantu blusukan. Untuk menanyakan jamaah-jamaah yang lain," katanya.

Menurut Vicky, ia setuju untuk membuat video testimoni itu hanya sebagai bantuan teman kepada teman. Tidak ada kontrak kerja sama sekali.

"Bahkan sebetulnya ketika itu saya harus bayar berapa dan beliau pun nanya beliau harus bayar berapa untuk bekerja. Tapi karena saya tidak mau, itu tujuannya ibadah, jadi tidak perlu, saya ikhlaskan. Maksudnya saya ikhlas untuk membantu," ujar Vicky.

"Saya pikir waktu itu oh bagus nih untuk masukan First Travel. Saya sebagai penyambung lidah. Oh ini nih kurangnya ini nih kelebihannya. Bahkan saya ikut makan di situ untuk merasakan makanannya. Melihat kamarnya mungkin bisa dilihat kalau ada rekamannya," tambahnya.

Vicky sekali lagi memastikan bahwa hanya sebatas itu keterkaitannya dengan First Travel.

"Kalau untuk urusan yang belum berangkat atau misalnya permasalahan manajemen atau penipuan penggelapan, saya demi Allah tidak tahu sama sekali karena memang kapasitas Saya hanya sebagai seorang teman sebagai sesama designer," ujar Vicky.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X