Demi Gasing Tengkorak, Nikita Willy Belajar Enam Level Ketakutan

Kompas.com - 01/11/2017, 15:28 WIB
Nikita Willy berpose di kantor redaksi Kompas.com di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film horor Gasing Tengkorak yang merupakan garap rumah produkai Dee Company & MD Pictures. KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanNikita Willy berpose di kantor redaksi Kompas.com di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017). Kedatangannya untuk mempromosikan film horor Gasing Tengkorak yang merupakan garap rumah produkai Dee Company & MD Pictures.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Nikita Willy mengaku harus belajar enam level ketakutan demi bermain film horor Gasing Tengkorak. Menurut Nikita, sutradara Jose Poernomo yang meminta hal tersebut.

"Mas Jose meminta saya dan semua pemain untuk melakukan enam level ketakutan," ujar Nikita saat berkunjung ke redaksi Kompas.com, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Nikita kemudian mempelajari enam tahapan itu selama proses reading dan melakukannya saat shooting. Untuk level yang pertama, kata Nikita, bagaimana ia harus merasakan ketakutan hanya dengan mendengar sebuah suara.

Lalu berlanjut ke tahapan selanjutnya, Nikita harus bereaksi bagaimana merasakan ketakutan ketika ada orang yang berjalan di belakangnya.

"Sampai maksimal ketakutan kalau hantu ada di depan mata. Kalau enggak bisa, dia (Jose) akan galak," ujarnya.

[Baca juga : Nikita Willy Ketagihan Main di Film Horor]

Artian galak Jose, menurut Nikita, bukan berarti bersikap kasar atau mengintimidasi. Melainkan, memberi sebuah arahan yang harus dimengerti oleh para pemain.

"Galaknya ngajarin kami semua. Bukan galak enggak penting. Karena dia tahu kan kalau aku pemain drama, kalau drama main yang kaget harus pelan-pelan. Kalau horor kan kagetnya harus benar-benar kayak satu tepukan gitu. Jadi harus bikin shock," ujarnya.

Dalam film ini, Nikita yang menjadi pemeran utama memainkan tokoh bernama Veronica. Ia merupakan seorang diva papan atas yang merasa penat dengan pekerjaannya.

Ia lalu memilih untuk menyenndiri di sebuah vila. Di vila itulah terjadi teror dari sebuah permainan berupa gasing tengkorak.

Film yang digarap oleh rumah produksi Dee Company & MD Pictures itu direncanakan akan tayang pada 2 November 2017.

[Baca juga : Fokus ke Layar Lebar, Nikita Willy Tak Berniat Tinggalkan Sinetron]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X