"Salam Indonesia" Album Termahal Endank Soekamti

Kompas.com - 10/11/2017, 12:08 WIB
Endank Soekamti menyulap kapal menjadi studio rekaman. DOK.PRIBADIEndank Soekamti menyulap kapal menjadi studio rekaman.
|
EditorBestari Kumala Dewi

JAKARTA, KOMPAS.com- Vokalis grup musik Endank Soekamti, Erix Soekamti mengatakan album terbaru "Salam Indonesia" merupakan album termahal mereka, karena dibuat selama satu bulan di Papua.

Hal itu ia katakan saat peluncuran album "Salam Indonesia" di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (9/11/2017).

"Itu bisa dikatakan album termahal yang pernah ada. Album ini dibuat 30 hari perjalanan kami mengelilingi Papua," kata Erix.

Erix pun membeberkan biaya yang dibutuhkan selama melakukan proses penggarapan album kedelapan di sana.

"Karena kalau mau hitung, biaya sewanya semalem Rp 25 juta ya biaya kami di sana. Ya tinggal dihitung aja haha... ya kira-kira hitungannya gitu," ucap Erix.

[Baca juga : Mengintip Studio Rekaman Endank Soekamti di Atas Kapal]

Erix menjelaskan, perjalanan mereka diawali dengan menelusuri Raja Ampat kemudian ke Manokwari hingga bertemu dengan seekor Penyu Belimbing.

"Hari pertama selama dua Minggu kami jelajah Raja Ampat. Raja Ampat itu kan luas, kami habiskan dua Minggu untuk keliling Raja Ampat sambil keluarin proses recording," tutu Erix.

"Ternyata kami lebih produktif karena di sana tidak ada sinyal. Nah setelah dua Minggu proses rekaman kelar, kami pindah ke Manokwari. Di sana kami singgah dan menemukan penyu terbesar di dunia, namanya penyu belimbing," lanjutnya.

Selain itu, Erix, Dory dan Toni beserta tim juga mengajarkan animasi kepada anak-anak di Papua.

"Di perjalanan itu kami juga masuk-masuk ke kampung untuk mengajar anak-anak," imbuhnya.

[Baca juga : Endank Soekamti Bikin Album Sambil Tebar Mimpi di Papua]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X