Dapat 13 Nominasi, Pengabdi Setan Bawa Rombongan di Puncak FFI 2017

Kompas.com - 11/11/2017, 18:40 WIB
Para pemain dan kru film Pengabdi Setan melewati karpet merah Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11/2017) malam KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANPara pemain dan kru film Pengabdi Setan melewati karpet merah Festival Film Indonesia (FFI) 2017 yang digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11/2017) malam
|
EditorKistyarini

MANADO, KOMPAS.com - Film Pengabdi Setan mendapat 13 nominasi dalam Festival Film Indonesia 2017, termasuk untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Joko Anwar.

Pada malam puncak penghargaan FFI 2017 yang digelar di Grand Kawanua International City, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (11/11/2017), Joko membawa sebuah rombongan besar.

Joko dan kawan-kawan tampak mengenakan jas, sedangkan sang pemeran Ibu, Ayu Laskmi, berkebaya.

"Ya doain aja," ujar Joko kepada awak media saat ditanyai tentang optimisme menyabet piala tersebtu.

Adapun dalam FFI kali ini, film yang digarap oleh rumah produksi Rapi Films itu menyabet 13 nominasi.

Untuk Penata Busana Terbaik (Isabelle Patrice), Penata Rias Terbaik (Darwyn Tse), Penata Artistik Terbaik (Allan Sebastian), Penata Efek Visual Terbaik (Finalize Studio, Heru Kuntoro, Abby Eldipie), dan Penata Musik Terbaik (Aghi Narottama, Bemby Gusti, Tony Merle).

[Baca juga : Gusur Warkop DKI Reborn Part 2, Pengabdi Setan Jadi Film Terlaris 2017 ]

Selain itu untuk Musik Tema Terbaik (The Spouse - "Kelam Malam"), Penata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa, Anhar Moha), Penyunting Gambar Terbaik (Arifin Cuunk), Penulis Skenario Terbaik (Joko Anwar), Penata Sinematografi Terbaik (Ical Tanjung), Aktor Anak Terbaik (M. Adhiyat), Sutradara Terbaik (Joko Anwar), dan Film Terbaik.

[Baca juga : Habis Pengabdi Setan, Muncul Titisan Setan ]

Film Pengabdi Setan mengisahkan tentang keluarga yang ditinggal mati oleh Ibu ( Ayu Laksmi) setelah mengidap penyakit selama 3 tahun. Berbagai kejadian aneh muncul di keluarga tersebut, selepas Ibu meninggal.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X