Sebelum Is Pamit, Payung Teduh Rilis Album Baru pada 15 Desember 2017

Kompas.com - 19/11/2017, 18:50 WIB
Vokalis Muhammad Istiqamah Djamad dan bandnya, Payung Teduh, tampil di acara PassionVille 2017 yang digelar di Lapangan Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (18/11/2017). Dok. PassionVille 2017Vokalis Muhammad Istiqamah Djamad dan bandnya, Payung Teduh, tampil di acara PassionVille 2017 yang digelar di Lapangan Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (18/11/2017).
|
EditorKistyarini

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Band Payung Teduh berencana merilis album baru mereka pada pertengahan Desember 2017.

Hal itu diungkap sang vokalis, Mohammad Istiqamah Djamad, saat ditemui di sela acara BigBang PassionVille 2017 yang digelar di Lapangan Maguwoharjo, Yogyakarta, Sabtu (18/11/2017).

"Album sudah beres, tinggal proses duplicating. Rencananya dirilis pada 15 Desember," kata pria yang akrab disapa Is tersebut.

Album ketiga Payung Teduh tersebut akan berisi sembilan lagu karya Is.

"Tadinya 10 lagu, tapi satu lagu buat film Ayat-ayat Cinta 2. Aku sendiri yang produserin album ini. Semua lagu aku yang buat," ungkap vokalis yang akan mundur dari Payung Teduh pada 2018 itu.

Is menambahkan setelah album dirilis, Payung Teduh tidak mengadakan tur khusus sebab setelah itu ia berpamitan.

[Baca juga : Vokalis Payung Teduh Pamit]

Ketika tampil di Synchronize Fest 2017 di Jakarta pada 8 Oktober 2017 lalu, Is mengatakan album terbaru mereka akan berbeda dibandingkan dua album sebelumnya.

"Album yang sangat tidak Payung Teduh. Campur-campur, tidak ada folk, jazz. Efek-efeknya biar gaul," kata Is di panggung Synchronize Fest.

[Baca juga : Payung Teduh Umumkan Album Baru di Synchronize Fest 2017]

Payung Teduh dibentuk pada 2007. Mereka sudah mengeluarkan dua album, yakni Payung Teduh (2010) dan Dunia Batas (2012). Lagu mereka yang paling terkenal adalah "Akad".



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X