Payung Teduh Umumkan Album Baru di Synchronize Fest 2017

Kompas.com - 08/10/2017, 21:44 WIB
Band Payung Teduh tampil di panggung Synchronize Fest 2017 yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/10/2017). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANBand Payung Teduh tampil di panggung Synchronize Fest 2017 yang digelar di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/10/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Di panggung Synchronize Fest 2017, Minggu (8/10/2017), band Payung Teduh mengumumkan bahwa pengerjaan album baru mereka sudah rampung.

"Alhamdulillah sudah beres album ketiga, dua hari yang lalu. Tinggal rilis," kata vokalis Mohammad Istiqamah Djamad kepada penonton yang menyemut di depan Dynamice Stage.

Ia pun membocorkan sedikit aransemen dibuat. Menurut Is, band yang berdiri sejak 2007 itu tidak lagi mengusung warna musik folk, jazz, dan keroncong.

"Album yang sangat tidak Payung Teduh. Campur-campur tidak ada folk, jazz, efek-efeknya biar gaul," kata Is dengan senyumnya.

Dalam wawancara di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada 10 September 2017, Is membocorkan tiga hal tentang album baru Payung Teduh.

"Bismillah. Ruang Tunggu. Saya bingung antara Menunggu atau Ruang Tunggu. Ruang Tunggu aja," kata Is.

[Baca juga: Akad Menutup Sajian Payung Teduh di Synchronize Fest 2017]

Ia menambahkan, sebelum album itu dirilis, Payung Teduh akan mengeluarkan singel bertajuk "Di Atas Meja".

Menurut Is, singel itu melibatkan produser peraih Grammy Award, Steve Lillywhite, yang pernah memproduseri U2 dan The Rolling Stones.

[Baca juga: Kahitna dan Clubeighties Bicara Cinta di Synchronize Fest 2017 ]

Sejak dibentuk, Payung Teduh sudah merilis dua album, Yang pertama bertajuk Payung Teduh yang dirilis pada 2010. Album kedua mereka, Dunia Batas, dirilis pada 2012 dan diproduseri penyanyi Mondo Gascaro.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X