The Groove Lempar "Kematangan Cinta"

Kompas.com - 24/11/2017, 19:51 WIB
(Kiri ke kanan) Dhea Marella, promotor Accellera Entertainment, Mediko Azwar, Marketing Director Grav Indonesia, Merry Potret, Reza dan Rezos The Groove saat Jumpa Pers The 90s Festival, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017). Kompas.com/Ira Gita(Kiri ke kanan) Dhea Marella, promotor Accellera Entertainment, Mediko Azwar, Marketing Director Grav Indonesia, Merry Potret, Reza dan Rezos The Groove saat Jumpa Pers The 90s Festival, di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Grup musik The Groove akan meluncurkan singel baru " Kematangan Cinta". Lagu tersebut merupakan singel ketiga dari album baru mereka, Forever You'll be Mine.

"Album baru tuh bulan Mei tahun lalu udah. Sekarang tahun ini memasuki promo singel ketiga. Sebelumnya kami sudah ngeluarin dua singel dari album baru," ucap Rejos, pemain perkusi The Groove, usai jumpa pers The 90s Festival di Pisa Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2017).

"Album baru, singel ketiga. Kan kami ada 10 lagu baru di album baru. Yang pertama keluar itu 'Forever You'll Be Mine', tahun lalu rilis. Yang kedua, 'Bawalah Daku', dan ini yang ketiga," lanjutnya.

Baca juga: Mengintip Persiapan Spesial The Groove untuk The 90s Festival

Reza, sang vokalis, menerangkan bahwa "Kematangan Cinta" berkisah tentang seseorang yang menemukan arti cinta dalam sebuah hubungan yang telah matang.

"Lagunya sebetulnya tentang cinta yang sudah sangat mature ya. Dari sisi liriknya itu memang pencarian seseorang mencari cinta. Udah ketemu berbagai macam orang, mungkin dari sisi sifat, rupanya, fisiknya, ternyata pada akhirnya dia menemukan cinta itu bukan seperti itu," tutur Reza.

"Bukan dari sisi fisik, penampilan dan sebagainya. Jadi, mereka menemukan cinta yang sudah matang dengan seseorang yang istilahnya udah jatuh bangun," sambungnya.

 

"Kematangan Cinta" dicipta oleh Reza bersama dua rekannya atas permintaan para personel lain.

"Yang ciptain kebetulan saya. Kami bertiga sih sebetulnya. Saya sama Ari Firman, yang main bas, sama Tanto," ujarnya.

"Awalnya sebetulnya memang tidak disengaja, sih. Biasanya kami bikin album itu 90 persen lagu Rieka. Terus, anak-anak itu nodong, 'Za, lo bikin (lagu) dong'. Masa sih, bukan kurang variatif, cuma ada satu yang beda lah, karena lagu Rika semua," tambahnya.

"Kematangan Cinta" direncakan akan dirilis setelah penggarapan klip videonya selesai pada akhir tahun ini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X