Ketika Soundtrack Mission: Impossible Disajikan dengan Musik Gamelan

Kompas.com - 27/11/2017, 18:21 WIB
KUA Etnika saat tampil di Ijen Summer Jazz II di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (10/9/2016) malam. KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIKUA Etnika saat tampil di Ijen Summer Jazz II di Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (10/9/2016) malam.
|
EditorBestari Kumala Dewi

KULON PROGO, KOMPAS.com -- Lagu tema atau soundtrack film Mission: Impossible yang ikonik mewarnai gelaran Kulon Progo Festival (Kulfest) 2017 hari terakhir, Minggu (26/11/2017).

Namun Djaduk Ferianto dan kelompok musiknya, Kua Etnika, meramunya secara berbeda. Sesuai dengan namanya, Kua Etnika memberi sentuhan etnik ke dalam komposisi karya Lalo ]Schifrin itu.

"Ini diaransemen oleh Kua Etnika judulnya Misi Tidak Mungkin (film Mission Impossible)," ujar Djaduk mengawali aksinya bersama Kua Etnika di panggung Jodipati di area Bendung Khayangan, DI Yogyakarta.

Penonton yang hadir memasang wajah-wajah penasaran seakan bertanya apa jadinya sebuah komposisi berwarna techno remix kemasukan musik gamelan.

[Baca juga : Tom Cruise Siap Lanjutkan Pengambilan Gambar Mission: Impossible 6

Komposisi Schifrin itu digubah ulang oleh drummer dan bassis U2, Adam Clayton dan Larry Mullen Jr, untuk film Mission: Impossible pertama.

Djaduk dan Kua Etnika menggantikan melodi perkusi dan brass yang unik dalam komposisi ikonik itu dengan dentingan gamelan Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uniknya, ia juga memasukkan bunyi-bunyian dari mainan pistol-pistolan yang terbuat dari kayu, bersahutan dengan tabuhan drum.

Bumbu lainnya adalah kaleng kosong yang ditengahnya disematkan tali tipis yang mengeluarkan bunyi seperti ayam berkokok. Suara itu ia kawinkan dengan melodi gitar elektrik.

Namun pemeran utamanya tetap musik gamelan. Meski terdengar sangat etnik, ramuan Djaduk dan Kua Etnika itu tak menghilangkan nyawa lagu tema film Misson: Impossible tersebut.

[Baca juga : Tom Cruise Cedera, Produksi Mission: Impossible 6 Berhenti]

Selain itu, Djaduk dan kawan-kawan juga menyuguhkan karya mereka yang lain, yakni "Jawa Dwipa" dan "Swarna Dwipa".

"Dari 'Jawa Dwipa' kita akan lari ke daerah Jawa Timur, Banyuwangi. Satu nomor dari karya seniman besar di Banyuwangi kemudian kami interpretasi baru. Versi dari Kua Etnika jadinya sedikit berbeda. Akan dinyanyikan oleh Mbak Silir. Dia seorang pesinden dari Yogya," ucap Djaduk lalu mempersembahkan 'Andung Andung'.

Kulfest 2017 yang berlangsung tiga hari, menghadirkan sejumlah pertunjukan seni tari dari lokal maupun mancanegara. Salah satunya maestro tari Indonesia, Didik Nini Thowok.

Festival ini dikemas secara pop karena juga menampilkan beberapa musisi favorit Indonesia, ada Sheila On 7, Andien, Dewa Budjana feat Tri Utami, Endank Soekamti, Mata Jiwa, Payung Teduh, hingga Gugun Blues Shelter.

[Baca juga : Djaduk dan Kua Etnika Beri Persembahan untuk Jokowi di Kulfest 2017]



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.