Ternyata Anji "Manji" Pernah Ikut Audisi Indonesian Idol 2004

Kompas.com - 27/12/2017, 12:15 WIB
Dokumentasi Anji saat mengikuti audisi Indonesian Idol yang pertama pada 2004 lalu. DOK.PRIBADI/INSTAGRAMDokumentasi Anji saat mengikuti audisi Indonesian Idol yang pertama pada 2004 lalu.
EditorIrfan Maullana


JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi yang terkenal karena band Drive dan juga salah satu singelnya yang berjudul "Dia", Anji, ternyata pernah ikut ajang Indonesian Idol pertama, yakni pada tahun 2004.

Hal itu langsung diungkapkan oleh Anji sendiri lewat akun Instagram-nya, di mana ia mengunggah fotonya ketika masih kurus dan memiliki potongan rambut pendek serta memakai nomor antrian Indonesian Idol ketika mengikuti audisi.

 

• MOTIVASI BUAT ORANG-ORANG GAGAL. Iya, itu saya, Indonesian Idol yang gagal di tahun 2004. . Cobain ajang Indonesian Idol, atau kontes nyanyi lainnya, buat mengasah keberanianmu berkompetisi juga bagaimana kemampuanmu dipandang orang lain (dalam hal ini, Juri). Pasti banyak pelajaran dari komentar-komentar mereka, karena mereka adalah orang-orang hebat. Gak harus selalu komentar bagus. Komentar pedas ataupun kritik, juga bisa membangun. Waktu itu saya dibilang lebih cocok jadi Penyanyi dalam sebuah Band, daripada Solois. Penyelenggaraan pertama, Indonesian Idol sepertinya mencari pemenang yang suaranya memang festival sekali. Yang menang Joy dan Delon. DAN BENAR. Saya bersama Drive, band saya dulu, berhasil. Walaupun sekarang saya sudah solo kembali, yang jelas prediksi Juri tepat. Sekarang kan cara saya berpakaian dan nyanyi juga sudah berbeda. . Balik lagi... Ikutilah ajang/kontes menyanyi. Kalau lolos/menang, cakep. Kalau kalah, bukan berarti jelek. Cari jalan lain. Gak usah menggerutu dan bilang Kontestan lain lolos/menang karena rekayasa atau apapun. Sudah lah, jangan jadi orang yang alih-alih meningkatkan performa diri sendiri, malah nyalahin orang lain untuk ketidakberhasilannya. . Saya bukan Motivator, yang memotivasi orang lain dengan kalimat-kalimat dan teori-teori bagus. Saya mau jadi Inspirator, yang menginspirasi orang melalui cerita yang sudah saya lalui. Cerita kegagalan yang jadi pelajaran. . Dulu saya adalah Penyanyi yang (tampaknya) gagal. Sekarang saya adalah Penyanyi dengan pendapatan tertinggi dari digital. . SOMBONG? Mungkin iya. Tapi itulah pencapaian yang sudah SAYA & TIM dapatkan. . Selamat berusaha di 2018, Teman-teman yang (pernah) gagal. SIKAT! ????????????????????????????????

A post shared by Anji MANJI (@duniamanji) on Dec 25, 2017 at 5:09pm PST


"MOTIVASI BUAT ORANG-ORANG GAGAL. Iya, itu saya, Indonesian Idol yang gagal di tahun 2004," tulis Anji.

Dalam kolom keterangan foto, Anji tentu saja mengatakan hal-hal yang penuh motivasi. Dengan gagal masuk Indonesian Idol, bukanlah akhir dari segalanya, dan Anji sudah membuktikannya.

"Waktu itu saya dibilang lebih cocok jadi Penyanyi dalam sebuah Band, daripada Solois. Penyelenggaraan pertama, Indonesian Idol sepertinya mencari pemenang yang suaranya memang festival sekali. Yang menang Joy dan Delon."

Baca juga : Nyanyikan Dia, Bocah Lelaki Bikin Anji Penasaran

"DAN BENAR."

"Saya bersama Drive, band saya dulu, berhasil. Walaupun sekarang saya sudah solo kembali, yang jelas prediksi Juri tepat. Sekarang kan cara saya berpakaian dan nyanyi juga sudah berbeda."

"Balik lagi... Ikutilah ajang/kontes menyanyi."

"Kalau lolos/menang, cakep. Kalau kalah, bukan berarti jelek."

"Cari jalan lain. Gak usah menggerutu dan bilang Kontestan lain lolos/menang karena rekayasa atau apapun. Sudah lah, jangan jadi orang yang alih-alih meningkatkan performa diri sendiri, malah nyalahin orang lain untuk ketidakberhasilannya."

Baca juga : Anji Manji Bius Penonton di Atas Awan

Halaman:


Sumber HAI-online

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X