Alasan Donita Batal Siarkan Langsung Proses Persalinan di YouTube - Kompas.com

Alasan Donita Batal Siarkan Langsung Proses Persalinan di YouTube

Kompas.com - 13/01/2018, 19:49 WIB
Donita dan Adi Nugroho menggelar jumpa pers kelahiran anak keduanya di RSIA Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Donita dan Adi Nugroho menggelar jumpa pers kelahiran anak keduanya di RSIA Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Donita sempat berencana menyiarkan secara langsung proses persalinannya melalui channel pribadinya di YouTube pada Kamis (11/1/2018).

Namun akhirnya, rencana tersebut diurubgkan, karena putra kedanya yang baru lahir dirujuk ke ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

"Salah satunya iya karena NICU," ujar dia saat jumpa pers di RSIA Brawijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2017).

Selain faktor tersebut, ujar Donita, faktor teknis juga menjadi kendala. Yaitu sinyal yang buruk di ruang operasi, tidak memungkinkan untuk siaran live.

"Tapi sebenarnya sinyal susah juga. Sedangkan untuk meliput gitu harus steril ya," kata dia.

[Baca juga : Putra Kedua Donita Masuk Ruang NICU ]

Penyebab putra kedua Donita yang bernama Parvaiz Farezell Shaquil Nugroho dirawat di ruang NICU, karena faktor tangisan bayi yang lemah.

Hal itu diungkapkan oleh dokter yang menangani persalinan istri pembawa acara Adi Nugroho tersebut, Ricky Permadi.

"Iya kemarin kan lahir bayinya cukup besar 2,9 kg untuk anak laki-laki. Cuma waktu lahir itu dia nangisnya enggak lepas, nangisnya enggak kuat, masih merintih," kata Ricky

"Kalau begitu tuh kami enggak bisa biarin. Makanya kami cepat-cepat untuk ambil tindakan bawa ke NICU. Tim NICU-nya kami juga sudah siap. Jadi kami bantu dengan alat sebentar, karena penanganan cepat, terus bisa keluar besoknya. Jadi cuma sehari proses adaptasi aja sih. Memang itu lebih sering terjadi pada bayi yang lahir caesar ya," sambung Ricky.

[Baca juga : Besok Pagi, Donita Akan Siarkan Langsung Proses Kelahiran Anak Kedua]


EditorBestari Kumala Dewi
Komentar
Close Ads X