Maia Estianty Kritik Mona Magang tentang Pitch Control

Kompas.com - 30/01/2018, 12:41 WIB
Mona Magang tampil dalam Indonesian Idol 2018 atau Season 9 di Studio 11, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGMona Magang tampil dalam Indonesian Idol 2018 atau Season 9 di Studio 11, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (22/1/2018).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Dengan membawakan lagu "Cinta Pertama dan Terakhir", yang telah dipopulerkan oleh Sherina Munaf, Mona Magang, kontestan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur, juga tidak dari kritik juri Indonesian Idol 2018 atau Season 9.

Maia Estianty, salah seorang juri kontes nyanyi di layar kaca itu, bahkan menyebut Mona tak bisa mengontrol pitch (mengendalikan nada dalam spektrum oktaf suara).

Mengontrol pitch sangat penting bagi penyanyi karena berpengaruh terhadap ketepatan nada yang akan dihasilkan.

"Ini mau good news atau bad news dulu. Dielusnya, kalau secara rasa kamu menurut saya bagus, ada improvement baru. Secara pitch, kamu banyak yang missed," kata Maia di babak Spektakuler Pertama Indonesian Idol 2018 di Studio 11, MNC Studios, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (29/1/2018).

Baca juga: 12 Kontestan Lolos ke Babak Spektakuler Indonesian Idol

Produser musik yang juga penyanyi, pencipta lagu, dan aranjer tersebut juga mempertanyakan keengganan Mona menggunakan ear monitor. Pertanyaan Maia itu dijawab polos oleh Mona.

"Ya, karena lubang telinga Mona kecil, jadi kalau pakai ear monitor suka jatuh-jatuh sendiri," ucap Mona.

"Sebenarnya, kalau di auto tune, sudah bagus. Tapi, pitch-nya agak lepas. Kelemahan kamu di pitch. Kamu harus mendudukkan nada dengan benar," ujar Maia.

Penyanyi Judika, juri lainnya, juga menyayangkan Mona dalam kontrol pitch dari Mona.

"Yang aku bilang, berapi-api dikontrol bukan berarti hilang. Nah, sekarang itu, ini lagu aku suka banget lagunya Sherina. Dia penyanyi yang bisa main piano, jadi melodinya ya suka-suka dia. Nah, sayangnya, tadi pas lagi enak, kamu pitchy (sumbang), sayang banget. Jadi, pitchy-nya harus dihilangkan," ungkap Judika.

Baca juga: Juri Indonesian Idol Sesalkan Penampilan Ahmad Abdul yang Menurun

Sementara itu, vokalis band GIGI, Armand Maulana, yang juga menjadi juri, memilih tetap memberi pujian bagi Mona atas keberhasilannya mengontrol emosi.

"Inget enggak, aku pernah marah sama kamu, 'Kamu kenapa sih kalau nyanyi kaya ngajakin berantem?' Tapi, sekarang kamu jauh sekali, kontrol emosi jauh baik. Terima kasih kamu sudah pelajari emosi kamu. Bagus, bagus," tutur Armand.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X