Sheila Timothy: Wiro Sableng Bukan Hanya soal Silat

Kompas.com - 26/02/2018, 11:55 WIB
Sheila Timothy - Produser Film KOMPAS/YUNIADHI AGUNGSheila Timothy - Produser Film

JAKARTA, KOMPAS.com - Produser Sheila Timothy mengatakan, bahwa film Wiro Sableng tidak hanya mengandalkan silat saja sebagai daya jualnya.

Wiro Sableng bukan hanya silat saja, melainkan juga multi genre seperti action, fantasi, komedi. Gabungan dari genre itu akan mempunyai potensi penonton sendiri,” ujar Sheila dalam wawawancara di Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Sheila berujar, cerita yang kuat dan menarik menjadi alasannya menggarap film yang diadaptasi dari novel karangan mendiang penulis Bastian Tito.

Sejak novel yang terdiri dari 185 buku itu terbit pada 1967, pendekar yang terkenal memiliki senjata pamungkas kapak naga geni 212 itu punya penggemarnya sendiri.

“Saya sebagai produser akan bodoh jika tidak memproduseri film Wiro Sableng yang sangat seru dan punya potensi asyik sekali,” kata Sheila.

[Baca juga : Wiro Sableng dari Fantasi Sheila Timothy ]

Selama proses riset, Sheila dan timnya dari rumah produksi Lifelike Pictures perlu membaca 185 buku. Hal itu untuk mengembangkan cerita, agar lebih menarik digarap dalam sebuah film.

“Jadi kami ada tim marketing yang bergilir baca tiga tahun lalu, waktu mau buat film ini. Kami membaca dan mendiskusikan. Jadi saya tidak baca buku semua, ada tim dibagi,” kata dia.

“Target penonton sebanyak-banyaknya. Enggak usah disebut, nanti malah enggak dapat,” katanya seraya tertawa saat ditanya soal target penonton.

Film Wiro Sableng 212 yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko memulai proses shooting pada 21 Agustus 2017. Berdasarkan keterangan resmi Lifelike Pictures, film tersebut memakan waktu 74 hari shooting di enam lokasi dengan delapan set.

Film tersebut hasil kerja sama Lifelike Pictures bersama Fox International Productions (FIP), perpanjangan tangan dari 20th Century Fox.

Untuk sisi visual, Lifelike Pictures mengandeng Caravan Studio yang dikomandoi oleh komikus sekaligus ilustrator Chris Lie.

Duet koreografer laga Yayan Ruhian dan Chan Man Ching akan berpadu untuk menghasilkan adegan bela diri yang berkualitas.

Apalagi, jurus-jurus beladiri dalam film itu bersumber dari tiga perguruan. Dua jurus pamungkas diadaptasi perguruan silat di Jawa, yakni perguruan Ciung Wanara dan perguruan Panglipur. Sedangkan satu lagi berasal dari Jakarta, yakni perguruan Tenaga Dasar.

Film Wiro Sableng dijadwalkan akan tayang perdana di gedung bioskop Tanah Air mulai September 2018.

[Baca juga : Melihat Para Pendekar Film Wiro Sableng 212]



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X