Aisyah Biarkan Kami Bersaudara Ikut Festival Film Wanita Internasional

Kompas.com - 27/02/2018, 18:41 WIB
Sejumlah pejabat Mesir dan KBRI Kairo berpose didepan logo festival  fim wanita di Mesir. KOMPAS.com/Musthafa Abd RahmanSejumlah pejabat Mesir dan KBRI Kairo berpose didepan logo festival fim wanita di Mesir.


KAIRO, KOMPAS.com - Film Indonesia Aisyah Biarkan Kami Bersaudara ikut diputar dan diperlombakan dalam Aswan International Women Film Festival (AIWFF) 20-26 Februari 2018 di kota wisata Aswan, sekitar 700 km arah selatan kota Kairo, Mesir.

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara yang disutradarai Herwin Nufianto, menjadi salah satu film panjang yang dipertandingkan.

Film-film panjang yang dipertandingkan bersama Aisyah antara lain Angels Wear White dari China; Beauty and the Dogs dari Tunisia; The Blessed dari Algeria; Dede dari Georgia; Endangered Species dari Belgia, Layla M dari Belanda; Mesteka And Rehan dari Mesir; Tatto Girls dari Polandia; For Ahkeem dari Amerika; dan Faces Places dari Prancis.

Sementara yang dipertandingkan dalam film pendek, antara lain After the Reunion dari Finlandia; Atelier dari Denmark; Baghdad Parfume dari Irak; Bones for Otto dari Romania; The Bus dari Saudi Arabia; Carried by the Win dari Morocco; The Illusion Seller dari Tajikistan, Lilacs dari Jerman; Two Times on the Bed dari Spanyol; Mum, I’m Back dari Yunani.

AIWFF 2018 ini adalah yang ke-2. AIWFF yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan Inas Abdel Dayem ini menjadi unik karena mengangkat film-film yang terkait dengan perempuan; mengangkat isu dan persoalan perempuan, bintang film perempuan, sutradara ataupun produser perempuan.

Festival diikuti oleh 35 negara dengan keikutsertaan 100 film, dalam katagori film panjang dan film pendek.

Film-film dalam festival ditayangkan di ruang teater Ahnatun Hotel Helnan kota Aswan dan ditayangkan di biskop-biskop dan teater-teater di perkampungan untuk masyarakat umum di desa-desa wilayah Aswan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara Diminati di Sofia

AIWFF tahun ini didedikasikan untuk seorang pejuang perempuan asal Algeria yang bernama Djamila Bouhired atas perjuangan melawan penjajahan dan yang menjadi simbol perempuan dunia melawan kolonialisme.

Film Aisyah Biarkan Kami Bersaudara, menjadi salah satu film yang mendapatkan sambutan hangat pada penayangan di kampung-kampung. Film ini, menurut Presiden Festival Muhamed Abdel-Khalek, menjadi menarik selain karena mengangkat misi perdamaian dunia dan persaudaraan antar pengikut agama yang berbeda, juga menampilkan suasana NTT yang memiliki kesamaan dengan beberapa kampung di Aswan.

Presiden AIWFF Mohamef Abdel Khalek mengucapkan terima kasih atas partisipasi Indonesia dalam festival film internasional wanita itu, serta memberi sertifikat dan penghargaan yang diterima Wakil Dubes RI untuk Mesir, Kemal Haripurwanto.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.