Surat Is Pusakata untuk Payung Teduh di Panggung Java Jazz 2018

Kompas.com - 05/03/2018, 00:46 WIB
Is Pusakata Beri Pesan untuk Payung Teduh di Java Jazz Festival yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018). KOMPAS.com/ Ira GitaIs Pusakata Beri Pesan untuk Payung Teduh di Java Jazz Festival yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com- Mantan vokalis Payung Teduh, Mohammad Istiqamah atau kini menggunakan nama panggung Pusakata turut menghiasi malam terakhir pesta musik Java Jazz Festival yang digelar pada Minggu (4/3/2018) di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Setelah lepas dari band yang membesarkan namanya itu, Is tampil bersama rekannya yang tergabung dalam grup The Panganans.

Pria berambut kribo itu menyihir para penonton dengan melantunkan lagu-lagu yang dipopulerkan saat masih menjadi vokalis Payung Teduh.

Di antaranya adalah "Di Atas Meja", "Menuju Senja", "Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan" dan "Akad".

[Baca juga : Bersolo Karier, Is Tetap Nyanyikan Lagu Payung Teduh ]

Di atas panggung MLD Buss Stage, Is juga mempersembahkan sebuah lagu sebagai surat untuk Payung Teduh.

"Saya akan merusak lagu ini dengan bermain gitar elektrik. 'Muram' adalah surat saya untuk teman-teman saya di Payung Teduh," katanya.

Is pun membiarkan para penonton untuk mengartikan sendiri maksud dari perkataannya itu.

Meski sudah memberikan sentuhan berbeda pada aransemen lagu-lagunya, Is menyadari bahwa bayang-bayang Payung Teduh masih melekat di dirinya.

"Nikmati lah malam ini kawan-kawan, gue tahu kalian masih menyesuaikan dengan aransemen ini. Kelihatan dari muka lo pada nahan, tapi udah lah lepasin aja. Ini jazz man," ujarnya.

[Baca juga : Is Eks Payung Teduh Berencana Gelar Konser Tunggal]



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X