Gara-gara El, Cinta Dimaz Andrean Ditolak 143 Kali

Kompas.com - 12/04/2018, 08:30 WIB
Artis peran Dimaz Andrean saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film El yang dibintanginya akan tayang di bioskop mulai 9 Mei mendatang. KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOArtis peran Dimaz Andrean saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (3/4/2018). Film El yang dibintanginya akan tayang di bioskop mulai 9 Mei mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Kisah cinta artis peran Dimaz Andrean dalam film El karya sutradara Findo Purwono tak semulus kenyataannya. Dimaz yang berperan sebagai Ando mengalami 143 kali penolakan oleh pujaan hatinya.

Ando dikisahkan jatuh cinta pada sosok Sivia (diperankan oleh Brigitta Cynthia), sahabat  adiknya perempuannya, Dafychi (Aurelie Moeremans).

"Karakter Ando ini punya love story sendiri sama Sivia. Udah beratus kali bahkan, 143 kali ditolak," kata Dimaz kepada Kompas.com di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta, baru-baru ini.

Soal alasan Sivia selalu menolak cinta Ando, Dimaz tak mau menjelaskan secara rinci. Namun, yang pasti menurut dia, karakter Sivia memiliki persoalan pribadi yang terbilang berat.

"Kenapa ditolak? Karena Sivia punya permasalahan sendiri. Jadi enggak percaya diri gitulah," ujar Dimaz.

Brigitta atau Gigi yang duduk di samping Dimaz, menimpali bahwa tokoh yang ia perankan itu memilih memendam masalahnya sendiri.

"Sivia juga punya problem di keluarganya dia, tapi dia enggak mau share sama Dafychi karena dia dia pengin ada untuk menghibur Dafychi, makanya dia merasa enggak perlu cerita itu. Sivia menjadi good vibes buat Dafychi, biar dia enggak kumat. Teman yang selalu ada," ucap Gigi.

"Sivia, sahabatnya Dafychi dan satu-satunya orang yang mengerti kalau Dafychi itu punya dua kepribadian dan mau temenan sama dia," sambung mantan personel girlband Cherrybelle itu.

Film El merupakan adaptasi dari novel laris karya Luluk HF berjudul sama. Bercerita tentang seorang gadis SMA berkepribadian ganda bernama Dafychi Guanni (Aurelie Moeremans) yang punya sifat pemberontak.

Baca juga : Di Film El, Dimaz Andrean Jadi Overprotektif dan Posesif

Suatu ketika, alter egonya bernama Dafyna yang lama hilang, tiba-tiba muncul kembali dalam diri Dafychi. Dafyna dengan pembawaan yang tenang dan hangat mengantarkan Dafychi bertemu dengan Mario Adipati (Achmad Megantara), seorang pengusaha muda sukses yang otoriter dan berhati dingin.

Film produksi MVP Pictures ini juga menghadirkan sederet aktris dan aktor kenamaan Lain, antara lain Meriam Belina, Dara Warganegara, Manohara Odelia, dan Mudy Taylor. 

El dijadwalkan tayang di bioskop pada 9 Mei 2018.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X