Sidang Putusan Sela Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Ditunda

Kompas.com - 07/05/2018, 15:57 WIB
Artis musik Ahmad Dhani saat beraksi di konser Larut Dalam Harmony yang digelar di The Kasablanka Hall, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018) malam. KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNGArtis musik Ahmad Dhani saat beraksi di konser Larut Dalam Harmony yang digelar di The Kasablanka Hall, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (4/5/2018) malam.


JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang putusan sela kasus ujaran kebencian yang menjerat terdakwa Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (7/4/2018), ditunda.

Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Dhani, Hendarsam Marantoko, melalui pesan berantai kepada awak media.

"Sidang Ahmad Dhani hari ini ditunda karena PN Jaksel lagi ada acara, utk sidang berikutnya dengan agenda pembacaan putusan sela akan diadakan minggu depan hari senin tanggal 14 Mei 2018 pukul 13.00 wib," tulis Hendarsam.

Hal serupa juga diungkapkan oleh jaksa Sarwoto. Ia mengatakan bahwa permintaan penundaan sidang datang dari hakim Ratmoho, yang memimpin sidang.

"Iya ditunda. Hakim yang meminta ditunda," ucap Sarwoto.

Pantauan Kompas.com, PN Jakarta Selatan sejak pukul 09.00 - 12.00 tidak menggelar seluruh persidangan karena ruang utama sidang dan sebagian tempat dipakai untuk sebuah acara, di mana PN Jakarta Selatan bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN) meluncurkan aplikasi E-Panjar dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui channel perseorangan.

Baca juga : Menanti Putusan Sela Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani

Pada hari ini seharusnya majelis hakim akan menyampaikan agenda putusan sela atas nota keberatan atau eksepsi penasihat hukum Dhani apakah diterima atau ditolak.

Dalam eksepsinya, penasihat hukum Dhani menyatakan surat dakwaan yang disusun dan disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak cermat, jelas, dan lengkap, sehingga dakwaan menjadi kabur.

Sementara dalam tanggapan eksepsi, jaksa Sarwoto meminta hakim untuk menyatakan surat dakwaan terhadap Dhani telah memenuhi syarat formil dan meteriil, sesuai ketentuan Pasal 143 ayat (2) huruf a dan b KUHP.

Pentolan band Dewa 19 itu diduga melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Ancaman hukuman yang menanti suami penyanyi Mulan Jameela itu adalah enam tahun penjara.

Kasus ini bermula saat Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca juga : Ahmad Dhani: Lagu Saya Terlalu Banyak yang Terkenal

Atas kicauannya, Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian, yang merupakan pendiri BTP Networks atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X