Para Saksi Tak Mumpuni, Ahmad Dhani Kecewa

Kompas.com - 28/05/2018, 17:17 WIB
Anggota BTP Network Retno Hendri Astuti bersaksi dalam sidang kasus dugaan pengujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIAnggota BTP Network Retno Hendri Astuti bersaksi dalam sidang kasus dugaan pengujaran kebencian dengan terdakwa Ahmad Dhani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (28/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Terdakwa Ahmad Dhani (46) mengaku kecewa terhadap dua saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (28/5/2018).

Kedua saksi itu merupakan saksi pelapor, Retno Hendri Astuti dan Natalia Dwi Lestari, untuk kasus dugaan pengujaran kebencian dengan Dhani sebagai terdakwa.

"Sidang ini semakin terkuak bahwa keempat saksi (termasuk dua saksi minggu lalu) ternyata tidak punya pengetahuan yang mumpuni dari berbagai hal," ujar pemusik tersebut seusai sidang.

Baca juga: Pengaruh Twit Ahmad Dhani terhadap Saksi

Ahmad Dhani menyoroti, antara lain, ketidaktahuan dua saksi dalam sidang kali ini mengenai fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok.

"Mereka (para saksi) tidak tahu MUI memberikan fatwa. Jadi, menurut mereka, tidak perlu fatwa MUI. Mereka kekurangan informasi, ketika ditanyai dalam sidang enggak mengerti apa-apa. Kami merasa dirugikan juga sih berada di sini dan bertemu saksi-saksi yang ada di sini," ucapnya.

Baca juga: Serunya Sidang Pemeriksaan Saksi Kasus Ahmad Dhani

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus dugaan pengujaran kebencian, dengan Ahmad Dhani sebagai terdakwa, bermula ketika Dhani melalui akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, mentwit kalimat yang dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Atas twitnya, Dhani dilaporkan oleh Jack Lapian, yang merupakan pendiri BTP Networks, atas tuduhan ujaran kebencian.

Dhani dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis pada akun Twitter-nya, @AHMADDHANIPRAST, dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.