Acaranya Direkomendasikan MUI untuk Diperingatkan, Uya Kuya Siap Dengar Masukan

Kompas.com - 06/06/2018, 23:48 WIB
Pembawa acara Uya Kuya saat diabadikan dalam acara Belanja Buku 100 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Trans 7 di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Pembawa acara Uya Kuya saat diabadikan dalam acara Belanja Buku 100 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Trans 7 di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan rekomendasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memperingatkan lima acara Ramadhan di televisi yang menayangkan program khusus Ramadhan.

Salah satu program yang diperingatkan adalah Ramadhan di Rumah Uya yang ditayangkan oleh Trans 7.

Sang pembawa acara, Uya Kuya, mengungkapkan bahwa dirinya baru tahu programnya direkomendasikan oleh MUI untuk diberhentikan. Namun, ia menekankan bahwa setiap hari tim produksi Ramadhan di Rumah Uya selalu melakukan evaluasi.

"Saya baru dengar tadi enggak tahu saya cuman menurut saya, kita setiap hari selalu mengevaluasi program kita dan mendengar masukan dari mana-mana," ungkap Uya saat ditemui di acara Belanja Buku 100 Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Trans 7 di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

Baca juga: KPI Akan Beri Sanksi Program TV Ramadhan yang Direkomendasikan MUI

Menurut dia, setiap orang yang datang di acara reality show produksinya adalah orang-orang yang bermasalah sehingga adu mulut terkadang tak bisa dihindari.

Namun, Uya menjamin bahwa dalam menyelesaikan masalah, pihaknya tak pernah menggunakan kekerasan.

"Saya jamin di rumah Uya tidak pernah ada kekerasan fisik. Kita lihat di reality show lain banyak orang dorong-dorongan, jatuh, pukul-pukulan. Di rumah Uya alhamdulillah tiga tahun lebih enggak ada pernah ada yang kekerasan fisik," ucapnya.

Baca juga: KPI Akan Beri Sanksi Program TV Ramadhan yang Direkomendasikan MUI

Pasalnya, orang-orang yang bermasalah dan datang di Ramadhan di Rumah Uya hanya ingin menyelesaikan masalah.

"Saya jamin kalau perdebatan itu wajar karena di Rumah Uya itu klarifikasi dan tabayyun akhirnya dari persepektif orang tidak mengalami. Tapi orang (yang datang) itu selalu lega," katanya.

Baca juga: MUI Rekomendasikan Sanksi Berat kepada 5 Program Ramadhan di Televisi

Meski demikian, sebagai pembawa acara mengaku akan memilih kasus yang akan diselesaikan oleh pihak Ramadhan di Rumah Uya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.