Manajer: Dina Lorenza Tak Punya Hubungan dengan Pria yang Ditangkap di Bali

Kompas.com - 12/06/2018, 13:53 WIB
Dina Lorenza di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (28/1/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanDina Lorenza di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (28/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajer Dina Lorenza, Febri, menegaskan bahwa Dina tak ada sangkut pautnya dengan pria yang disebut-sebut bernama Gathan Saleh yang ditangkap di Bali.

"Saya mau meluruskan bahwa itu hoaks. Dan itu bukan Pak Gathan dan enggak ada hubungannya sama sekali sama Mbak Dina," kata Febri kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/6/2018).

Untuk membuktikan pernyataannya, ia mempersilakan publik untuk membandingkan sendiri foto-foto Gathan di internet dengan wajah pria tersebut.

Febri juga kembali menegaskan si pria yang ditangkap karena dugaan kepemilikan senjata api dan narkotika tak punya hubungan dengan Dina.

"Bisa dicek fotonya Pak Gathan di Google, jelas-jelas beda banget. Tolong ya infonya diralat, kasihan Mbak Dina-nya karena nama Mba Dina jadi yang kena," ujar Febri.

"Padahal enggak ada sangkut pautnya sama Mbak Dina sama sekali. Makasih," tutupnya.

Namun, soal kabar yang menyebut pria yang ditangkap itu merupakan adik Gathan bernama Hamad, Febri belum memberi penjelasan.

Pernyataan manajer Dina ini berbeda dengan Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya. Wirajaya sebelumnya membenarkan adanya penangkapan terhadap pria bernama Gathan Saleh Hilabi di Seminyak, Bali.

"Kita melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan karena adanya informasi dari masyatakat terkait beredarnya beberapa jenis narkotika di daerah Seminyak. Ada indikasi yang bersangkutan juga salah satu pemakai," ungkap Kapolsek Kuta, Kompol I Nyoman Wirajaya kepada Kompas.com saat dihubungi, Selasa (12/6/2018).

Baca juga: Dina Lorenza Bantah Suaminya Ditangkap Polisi di Bali

Wirajaya menjelaskan awalnya polisi mendapatkan informasi tentang dugaan penyalahgunaan narkotika di kawasan Seminyak. Hingga akhirnya mendapati nama Gathan dan melakukan penggerebekan di kediamannya di kawasan Dewi Sri, Seminyak, Bali.

Baca juga: Polisi Amankan Senjata Api dan Benda Diduga Narkoba dari Rumah Gathan

Dari situ, polisi mengamankan barang bukti berupa berupa serbuk dan lintingan yang diduga daun ganja serta tembakau gorila.

Selain itu, ada pula barang bukti berupa senjata api jenis glock beserta amunisinya dan senjata tajam.

Baca juga: Kapolsek Kuta Selidiki Kepemilikan Senjata Api di Rumah Gathan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X