Ada Pesan Terselip dalam Film Kulari Ke Pantai untuk Anak Indonesia

Kompas.com - 26/06/2018, 21:33 WIB
Suasana Meet and Greet dengan cast Kulari ke Pantai di Rumah Indofood, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/6/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Suasana Meet and Greet dengan cast Kulari ke Pantai di Rumah Indofood, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/6/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Film Kulari Ke Pantai karya Riri Riza dan Mira Lesmana punya banyak pesan moral positif bagi anak-anak, terutama dalam menumbuhkan kasih sayang, toleransi dan menghargai sesama.

Film ini juga memupuk dan membangkitkan rasa nasionalisme generasi muda lewat kekayaan alam Indonesia.

"Dua orang yang berbeda karakter stuck di perjalanan menempuh 1.000 kilometer lebih. Harus bertoleransi satu sama lain padahal mereka berbeda. Itu yang jadi menarik," kata Mira Lesmana di Rumah Indofood, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (24/6/2018).

"Kenapa perjalanan darat? Karena kalau ada dalam satu mobil, mau enggak mau, komunikasi dan kompromi akan terjadi. And it's fun karena akan melakukan perhentian-perhentian di beberapa lokasi," lanjutnya.

Film ini memberi edukasi penting bagi anak-anak, khususnya di era digital saat ini yang serba menggunakan teknologi dan gawai. Kulari ke Pantai mengajak anak-anak untuk mengenal dan menyayangi kekayaaan alam Indonesia, juga menghargai bahasa Indonesia.

Baca juga: Maisha Kanna Jatuh Bangun dari Papan Selancar demi Kulari ke Pantai

"Film Kulari ke Pantai dapat membangkitkan rasa nasionalisme generasi muda dalam menamai alam, menghargai Bahasa Indonesia, mengajarkan toleransi serta meningkatkan kecintaan terhadap produk dalam negeri," kata Head of Consumer Engagement Corporate Marketing PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Firman Authar. 

Sementara itu menurut Riri Riza, melalui film ini ia berharap dapat membangkitkan keinginan anak-anak untuk traveling dan mengenal alam.

"Film ini juga memperlihatkan betapa kayanya keindahan alam dan budaya Indonesia. Kita tidak boleh berhenti untuk memperkenalkan keragaman kepada anak-anak Indonesia," demikian Riri Riza.

Film Kulari ke Pantai bercerita tentang pengalaman Sam (Maisha Kanna), Happy (Lil'li Latisha) dan Uci (Marsha Timothy) yang tergabung dalam sebuah perjalanan sejauh 1000 km menuju G Land demi mempertemukan Sam dengan peselancar favoritnya, Kailani Johnson.

Di perjalanan, ketiganya harus menemui beberapa konflik termasuk ketidakcocokan antara Sam dan Happy. Film anak ini akan tayang pada 28 Juni 2018 mendatang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X