Kasur Tanah Terpilih Jadi Cerpen Terbaik Kompas 2017 - Kompas.com

Kasur Tanah Terpilih Jadi Cerpen Terbaik Kompas 2017

Kompas.com - 28/06/2018, 21:46 WIB
Muna Masyari, cerpenis yang cerita pendeknya Kasur Tanah dinobatkan sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2017 dalam acara Jamuan Cerpen Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2018) malam KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Muna Masyari, cerpenis yang cerita pendeknya Kasur Tanah dinobatkan sebagai Cerpen Terbaik Kompas 2017 dalam acara Jamuan Cerpen Kompas di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2018) malam

JAKARTA, KOMPAS.com - Cerita pendek berjudul "Kasur Tanah" karya Muna Masyari terpilih menjadi Cerpen Terbaik Kompas 2017.

Pengumuman pemenang ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo, dalam acara Jamuan Cerpen Kompas, Kamis (27/6/2018) malam.

"Cerpen Terbaik Kompas 2017 adalah... Kasur Tanah karya Muna Masyari," kata Budiman di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat.

Muna kemudian menerima piala dan memberikan sepatah kata sebagai pemenang.

"Terima kasih kepada pihak Kompas telah memilih cerpen saya sebagai pemenang. Saya enggak nyangka sekali dan ini sebuah kejutan yang sangat luar biasa," kata Muna.

Baca juga: Martin Aleida Raih Penghargaan Cerpen Pilihan Kompas 2016

"Bagi saya merupakan sebuah beban yang sangat berat. Ini adalah sebuah tantangan buat saya berkarya lebih baik lagi," tambahnya.

Muna berhasil menggeser 20 cerpenis lain yang karyanya terpilih dalam Cerpen Pilihan Kompas 2017. Di antaranya Budi Darma, Ahmad Tohari, Putu Wijaya Radhar Panca Dahana, Agus Noor, Djenar Maesa Ayu, dan lainnya.

Puluhan karya tersebut melalui seleksi tim juri internal yang dipimpin Putu Fajar Arcana. Seperti yang telah berlangsung sejak acara ini mulai digelar tahun 1992, cerpen-cerpen terpilih itu dibukukan.

Cerita Kasur Tanah kemudian diinterpretasikan ke dalam sebuah pertunjukan teater oleh Teater Mandiri yang disutradarai Putu Wijaya.

Baca juga: Jamuan Cerpen Kompas, Ajang Apresiasi Cerpenis Empat Generasi



Komentar
Close Ads X