Admin Twitter Ahmad Dhani Tidak Takut Dipecat - Kompas.com

Admin Twitter Ahmad Dhani Tidak Takut Dipecat

Kompas.com - 09/07/2018, 20:18 WIB
Sidang kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Sidang kasus ujaran kebencian yang menjerat Ahmad Dhani digelar di PN Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Suryopratomo Bimo mengaku tidak takut dipecat oleh terdakwa Ahmad Dhani apabila kesaksiannya dalam persidangan justru memberatkan Dhani dalam kasus ujaran kebencian.

"Gampang, cari kerjaan di tempat lain," ujar Bimo seusai memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Ampera Raya, Senin (9/7/2018).

"Enggak apa-apa, siap-siap saja. Yang kasih rezeki dari Allah bukan Mas Dhani," sambung Bimo.

Bimo hadir sebagai saksi fakta oleh jaksa penuntut umum (JPU) lantaran kapasitasnya sebagai admin akun Twitter Dhani, @AHMADDHANIPRAST.

Akun itu dilaporkan atas tiga twit yang diduga menimbulkan kebencian kepada calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama saat bertarung di Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

Baca juga: Saksi Fakta Kasus Ahmad Dhani: Apa yang Di-WA, Itu yang Saya Posting

Kepada majelis hakim dalam persidangan, Bimo mengakui bahwa sebelum mengunggah twit pada akun @AHMADDHANIPRAST, ia lebih dulu menerima pesan yang berisi kalimat dari terdakwa Ahmad Dhani melalui WhatsApp.

Terkait tiga twit Dhani yang diduga menimbulkan ujaran kebencian pada 7 Februari 2017, 6 Maret 2017, dan 7 Maret 2017, Bimo membenarkan menerima salinan itu dari Dhani.

Bimo mengaku bekerja di Republik Cinta Manajemen (RCM) milik Dhani sejak 2011 dan menjadi admin pada 2014. Ia memegang admin untuk media sosial Twitter, Instagram, dan Facebook.

Ia digaji sebesar Rp 2,5 juta oleh Dhani dan menjadi satu-satunya admin untuk semua akun media sosial Dhani.



Close Ads X