Kata Kuasa Hukum, Roro Fitria Jadi Guru Vokal di Rutan Pondok Bambu

Kompas.com - 19/07/2018, 19:30 WIB
Roro Fitria tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/6/2018) untuk menjalani sidang beragenda pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANRoro Fitria tiba di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (28/6/2018) untuk menjalani sidang beragenda pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkotika.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Roro Fitria, Dharma Praja Pratama, menyebut bahwa kliennya melakukam banyak kegiatan positif selama mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Salah satunya menjadi guru vokal.

Roro saat ini menjadi terdakwa kasus dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

"Banyak kegiatan positif dari program di sana. Dia jadi guru tari, guru nyanyi, dia berbaurlah dengan warga binaan lainnya," ujar Dharma saat ditemui di Gedung TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Baca juga: Roro Fitria Minta Pendampingan Psikolog

Aktivitas Roro itu, menurut Dharma, sekaligus mengobati kerinduan kliennya tersebut dengan dunia hiburan.

Sebelum terjerat obat-obatan terlarang, Roro dikenal sebagai model majalah dewasa, disc jockey (DJ), pemain sinetron Islam KTP, dan 'neng geulis' penari Jaipongan dalam program televisi Sedap Malam .

"Permintaan khusus cuma sampaikan kepada semuanya kepada teman bahwa dia pemakai yang pengin sembuh, pengin berkarya lagi, pengin baik lagi," kata Dharma.

Baca juga: Sambil Menangis Roro Fitria Minta Maaf kepada Ibunya

Selain itu, menurut dia, Roro kini semakin religius dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Alhamdulillah semakin baik. Kalau saya ke sana, dia lagi shalat dhuha, ya lebih religiuslah," ujar Dharma.

Roro diamankan polisi di rumahnya saat sedang menunggu pesanan sabu seberat dua gram pada Februari 2018 lalu. Dari pengakuannya, sabu tersebut akan ia gunakan untuk merayakan Hari Valentine bersama sejumlah rekan artis.

Roro pun didakwa dengan pasal berlapis, yakmi Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika (menyimpan, menguasai, dan memiliki), Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (penyalahgunaan), dan Pasal 132 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (pemufakatan jahat).

Baca juga: Tangis Penyesalan Roro Fitria

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X