Produksi Mission: Impossible - Fallout Nyaris Dihentikan Gara-gara Kumis Henry Cavill

Kompas.com - 26/07/2018, 08:30 WIB
Aktor asal Inggris Henry Cavill berperan sebagai August Walker dalam film Mission: Impossible - Fallout. Paramount PicturesAktor asal Inggris Henry Cavill berperan sebagai August Walker dalam film Mission: Impossible - Fallout.

KOMPAS.com - Kumis ternyata bisa mempengaruhi nasib sebuah produksi film. Itulah yang terjadi dengan Mission: Impossible - Fallout. Proses shooting-nya nyaris dihentikan gara-gara kumis aktor Henry Cavill untuk perannya sebagai August Walker.

Dalam sebuah wawancara sutradara Fallout, Christopher McQuarrie, mengungkap bahwa semua itu bermula dari DC Films yang mengontak Cavill untuk menanyakan apakah sang aktor bisa mencukur kumisnya untuk shooting ulang film Justice League.

Cavill diketahui merupakan pemeran Superman, yang tentu saja berwajah mulus. Sementara ketika itu Cavill tengah shooting Mission: Impossible - Fallout dan dituntut berpenampilan dengan kumis.

McQuarrie sudah telanjur membentuk karakter Walker yang diperankan Cavill sebagai pria berkumis. Soal kumis itu bahkan sudah masuk ke dalam kontrak peran Cavill.

Pilihannya adalah mereka menunggu sampai sampai kumis Cavill tumbuh lagi atau terpaksa menggunakan bantuan CGI untuk membuat Cavill berkumis secara instan.

McQuarrie kemudian bertanya kepada produsernya, Jake Myers, kira-kira berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat kumis Cavill kembali dengan CGI. Harganya ternyata mencapai 3 juta dollar AS atau sekitar Rp 42 miliar.

Myers pun menyarankan agar McQuarrie menghentikan dulu produksi Mission: Impossible - Fallout sehingga Cavill bisa mencukur kumisnya dan menjalani shooting ulang untuk Justice League.

Setelah itu, McQuarrie bisa shooting lagi setelah Cavill menumbuhkan kumisnya kembali.

"Paramount Pictures mendengar tentang ini dan bilang, 'Apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh menghentikan produksi film! Kami punya tanggal rilis!" kata McQuarrie.

Alhasil, Cavill terpaksa mempertahankan kumisnya selama reshoot Justice League. Warner Bros yang memproduksi film superhero tersebut terpaksa menghapus kumis Cavill secara digital.

Hal inilah yang menyebabkan wajah aneh Superman dalam beberapa adegan Justice League.

Meski begitu, McQuarrie sebenarnya merasa tak enak karena ia ingin bekerja dengan film-film DC.

"Saya menhindari semua suka cita dan kegembiraan orang-orang di internet karena saya benar-benar merasa tidak enak pasa mereka," katanya kepada The AV Club.

Baca juga: Setelah Misson: Impossible - Fallout, Henry Cavill Mau Jadi James Bond

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X