Soal Tambah Momongan, Sandra Dewi Masih Galau

Kompas.com - 15/08/2018, 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Artis peran Sandra Dewi mengatakan, bahwa dirinya masih bimbang untuk menjalani program tambah momongan.

Sandra diketahui masih menyusui putranya Raphael Moeis yang masih berusia tujuh bulan.

"Itu sebenernya masih galau, sebenernya aku pengin banget punya anak kedua," kata Sandra saat ditemui dalam acara Teman Bumil di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (15/8/2018).

Baca juga: Sandra Dewi Berusaha Hidup Sehat demi Dua Lelaki Ini

Pasalnya, Sandra sudah merasa sedih saat Raphael kini mulai memasuki masa MPASI (makanan pendamping ASI), apalagi jika harus benar-benar melepas ASI bila dirinya kembali berbadan dua.

"Sekarang aja saya sedih, karena dia enggak terlalu tergantung sama saya lagi, karena dia udah ada makanan lain selain ASI, jadi bingung nih," ucap Sandra.

"Karena kan kalau hamil enggak bisa kasih asi, karena nutrisinya akan terbagi dua. Nah itu saya jadi galau," tambahnya.

Meski demikian, Sandra mengaku dirinya berencana akan kembali menjalani program kehamilan awal tahun depan.

Baca juga: Kata Sandra Dewi soal Kabar Perceraian Delon dan Yeslin

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.