Jimi "Hutan Tropis" Tak Sekedar Bicara Lingkungan

Kompas.com - 04/09/2018, 17:49 WIB
Kelompok musik Hutan Tropis usai launching album 3500 HZ di Bingen Cafe, Palembang, Jumat 31 Agustus 2018. Kompas.com/Jodhi YudonoKelompok musik Hutan Tropis usai launching album 3500 HZ di Bingen Cafe, Palembang, Jumat 31 Agustus 2018.

Jimi tak kuasa menyingkirkan keharuan. Lalu agak terbata dia berucap, "Lewat beranda, dengan disaksikan oleh seluruh penghuni jagad raya, sungguh ini merupakan sejarah besar bagi kami. Malam ini kami, sebagai bagian dari masyarakat, mencatatkan syair-syair tentang percakapan kami dengan bumi ini, selama menapak di atasnya."

Kemudian Jimi pun bercerita mengenai ketersediaan oksigen di bumi yang hampir 50% dihasilkan oleh hutan tropis. "Sayangnya, luasan hutan di dunia kian hari semakin berkurang khususnya hutan dengan karatkter tropis terluas di dunia, yaitu hutan tropis Indonesia," imbuh Jimi.

Ya, ya.. Kita memang telah kehilangan lebih dari 30 Juta Hektare hutan hanya dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Ini adalah keadaan yang mengerikan. Sementara selama dekade sebelumnya hilangnya hutan hanya sekira 700 ribu Hektare per tahun. Belum lagi soal suhu bumi yang kian meningkat belakangan ini. Kurang arifnya manusia dalam mengelola sumberdaya alam berujung eksploitasi tanpa mengindahkan keseimbangan.

Menurut Jimi, Hutan Tropis sebagai sebuah kelompok musik yang juga bagian dari masyarakat menganggap hal ini harus menjadi perhatian. Terlebih, persoalan lingkungan dalam beberapa dekade terakhir telah menjadi isu global.

Lagu adalah media penyampai pesan bagi Hutan Tropis dalam menyikapi isu-isu lingkungan hidup. Kondisi alam yang rusak, dan pengaruh pemanasan global yang sudah semakin terasa akhir-akhir ini membuat Hutan Tropis merasa perlu melakukan sesuatu.

Atas dasar pemikiran tersebut, Hutan Tropis merasa sudah seharusnya semua pihak berfikir untuk mengentaskan permasalahan ini. Alam telah banyak memberi manfaat bagi manusia, namun kita juga harus menjaganya untuk kelangsungan hidup semua mahluk di masa datang.

Kampung Halaman
Jemmie Delvian (Jimi), adalah figur di balik nama Hutan Tropis. Band ini dibentuk oleh Jimi sejak 2012 lalu. Perhatiannya terhadap kampung halaman yakni sebuah desa di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, menjadi sebagian besar keinginannya untuk menulis lagu. Kondisi lingkungan yang semakin rusak membuatnya khawatir akan kehilangan kampung halaman yang ia cintai.
Melalui band ini, Jimi kemudian melahirkan beberapa karya sebagai respon atas kondisi tersebut. “Ini adalah bentuk ekspresi Hutan Tropis dalam meyuarakan dan meyampaikan kekaguman, kemarahan dan kegelisahan, dari desa Sumsel untuk Dunia”, kata Jimi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Desa Bintuhan berada di ketinggian 917 mDPL, di wilayah bukit barisan. Terletak di kaki Gunung Dempo yang merupakan dataran tertinggi di Sumatera Selatan. Penduduk desa ini sebagian besar adalah petani.

Perubahan iklim ternyata sangat berpengaruh. Hasil pertanian yang kian menurun belakangan ini, sementara di lain sisi kebutuhan hidup yang meningkat, ditambah semakin kurangnya pengetahuan tentang teknologi pertanian, menyebabkan sebagian masyarakat berpikir untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dari sumber lain yakni dengan bekerja sebagai buruh, mengadu keuntungan di kota, bahkan sebagian bekerja sebagai karyawan di perusahaan tambang. Jauh berbeda dengan ingatan masa kecil Jimi yang lalu.

Bersama Hutan Tropis yang terdiri Jemmie Delvian (Vocal, Gitar), Herwin Meidison (Gitar), Iftah Auladi (Drum), Arie (Keyboard), dan Tyo Ahmad (Bass); Jimi dan kawan-kawan berupaya mengingatkan kita semua, agar kita memiliki kesadaran mengenai alam sekitar yang selama ini telah memberi banyak manfaat bagi kehidupan.

Bekerja sama dengan Demajors, sebuah label independen Indonesia, Jimi berharap suara kepeduliannya terhadap lingkungan dapat didengarkan oleh banyak manusia warga bumi ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X