Fiersa Besari Minta Publik Tak Hujat Putra Iis Dahlia

Kompas.com - 14/09/2018, 19:40 WIB
Devano Danendra dalam wawancara di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGDevano Danendra dalam wawancara di Studio TransTV, Mampang, Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi folk asal Bandung, Fiersa Besari, meminta publik agar tak menghujat Devano Danendra. Sebab, putra penyanyi dangdut Iis Dahlia itu tersandung dugaan jiplak lagu.

Masalah ini bermula ketika Fiersa menduga ada kemiripan bagian refrain antara lagunya yang berjudul "April" (2013) dengan singel baru Devano, "Ini Aku".

"Kawan-kawan. Kesal itu manusiawi. Tapi, tidak poerlu dilampiaskan sampai membuat mental seorang musikus muda drop," tulis Fiersa dalam Insta Story akun Instagram-nya, @fiersabesari, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

"Saya yakin, Devano Danendra akan menjadi musikus besar. hanya saja, terkadang, para musikus muda harus bertemu dengan halang rintang," lanjutnya. 

Manajer Fiersa sudah menghubungi pihak Devano untuk menyelesaikan masalah itu dengan baik-baik. Fiersa pun juga telah berkomunikasi langsung dengan Devano melalui direct message Instagram dan mendapatkan penjelasan serta permintaan maaf.

Baca juga: Putra Iis Dahlia Klarifikasi Dugaan Jiplak Lagu Fiersa Besari

"Info sejauh ini yang saya dapat adalah lagu yang dinyanyikan beliau dibuat oleh orang lain (yang belum saya tahu namanya). Itu berarti, yang bertanggung jawab adalah sang pembuat lagu," tulis Fiersa.

Ia menegaskan kembali bahwa tak elok mencaci maki seseorang ketika membuat kekeliruan, apalagi jika kesalahan itu belum terkonfirmasi.

"Simpan energi kawan-kawan untuk kebaikan. Bila saya atau Devano Danendra keliru, ingatkan kami baik-baik," tulis Fiersa.

"Kiranya, tidak perlu sampai merundung apalagi menghubung-hubngkan amarah dengan persoalan lain yang tak ada kaitannya. Redam hingga reda. Peluk hangat dari sini," tambahnya.

Sebelumnya, Devano meminta maaf kepada Fiersa atas dugaan penjilplakan lagu.

"Mohon maaf sebesar-besarnya untik mas Fiersa dan semua. Insya Allah semua akan segera diselesaikan. Have a good day semua," tulis Devano melalui fitur insta story akun Instagram-nya @devdanendra, seperti dikutip Kompas.com, Jumat (14/9/2018).

Permohonan maaf itu juga sudah ia sampaikan langsung kepada Fiersa lewat percakapan direct message Instagram. Devano pun mengunggah bidik layar penggalan obrolan mereka di Insta Story.

"Iyaa mass maaf bgt karena saya juga sebagai penyanyi mengerti pasti apa yang mas fiersa rasakan jika ada yang mengutak atik karya nya sendiri," tulis Devano.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X