Sri Mulyani: Aruna dan Lidahnya Beri Pelajaran Tanpa Menggurui

Kompas.com - 28/09/2018, 16:25 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan kata sambutan di acara Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Jakarta, Senin (24/9/2018). Kompas.com/Mutia FauziaMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan kata sambutan di acara Seminar Nasional Peningkatan Ekspor Nasional dan Dukungan Pemangku Kebijakan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) di Jakarta, Senin (24/9/2018).


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengutarakan pendapatnya setelah menonton film Aruna dan Lidahnya yang dibintangi artis peran Dian Sastrowardoyo.

Sri menyukai film ini berkat akting para pemainnya. Ia mengatakan, film arahan sutradara Edwin ini mengangkat kisah kehidupan sehari-hari dan memiliki kedalaman cerita.

"Saya rasa mereka bisa memberikan banyak sekali pelajaran tanpa harus menggurui," kata Sri dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com dari rumah produksi Palari Films, Jumat (28/10/2018).

Film Aruna dan Lidahnya mengangkat cerita tentang masakan di Indonesia. Sri berujar bahwa kuliner di Indonesia sangatlah beragam.

Ia mengajak masyarakat untuk menyaksikan film ini karena juga mengangkat budaya Indonesia di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Pamekasan, Singkawang, dan Pontianak yang menjadi lokasi shooting Aruna dan Lidahnya.

Baca juga: 10 Makanan Nusantara yang Disantap di Film Aruna dan Lidahnya

"Saya harap banyak masyarakat dapat menonton film Aruna dan Lidahnya. Ini adalah cerita tentang kita, tentang kekayaan budaya kita, tentang diri kita, tentang perasaan kita, tentang cara kita bergaul, tentang banyak sekali kekayaan dari kuliner Indonesia yang banyak sekali bahkan kita tidak tahu," ujar Sri.

Aruna dan Lidahnya merupakan film adaptasi lepas dari novel karangan Laksmi Pamuntjak berjudul sama yang disutradarai oleh Edwin.

Kisahnya tentang Aruna, seorang perempuan lajang berumur pertengahan 30 tahun. Ia bekerja sebagai ahli wabah yang punya ketertarikan dengan makanan.

Suatu hari, Aruna ditugaskan untuk menginvestigasi kasus flu burung yang merebak di beberapa tempat di Indonesia.

Ia lalu mengajak sahabatnya Bono (Nicholas Saputra), koki profesional yang ingin menemukan resep-resep autentik kuliner Indonesia.

Lalu, ada Nad (Hannah Al Rashid) yang merupakan kritikus kuliner yang berniat menulis buku. Dalam perjalanan mengeksplorasi masakan nusantara, mereka bertiga bertemu Farish (Oka Antara), mantan rekan satu kantor Aruna.

Film ini tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia pada 27 September 2018.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X