Bukan Tanpa Alasan Djakarta Warehouse Project Pindah ke GWK

Kompas.com - 03/10/2018, 18:55 WIB
Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018) malam. KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPeresmian Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/9/2018) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pada tahun kesepuluhnya digelar, Djakarta Warehouse Project ( DWP) akan pindah lokasi. Tahun ini, festival electronic dance music (EDM) itu tak lagi berlangsung di Jakarta, tetapi di Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali.

Dalam konferensi pers di Blowfish, Jakarta Selatan, Rabu (3/10/2018), Brand Manager Ismaya Live, Sarah Deshita, mengungkapkan alasan perubahan tempat itu.

"The idea untuk pindah ke Bali karena kami selalu pengin explore ke sana. DWP memang namanya Djakarta Warehouse Project. Tapi, secara brand, DWP itu global brand," kata Sarah.

Baca juga: Festival Musik Dance DWP Lebarkan Sayap ke China

Karena itulah, tak ada batasan bahwa DWP harus diselenggarakan di Jakarta saja. Tahun ini DWP memperluas jaringannya atau melakukan ekspansi hingga ke China.

"Kami ingin meletakkan DWP di anywhere. Ini obrolan kami tahun lalu, pengin bikin event di Bali nih," ucap Sarah.

"Terus, GWK udah selesai pembangunannya, jadi I think ini best moment menggelar DWP di Bali. Ya udah deh, kami coba aja membuat experience baru dan kebetulan GWK available," tambahnya.

Baca juga: Persembahan Steve Aoki untuk Chester Bennington di DWP 2017

Selain itu, pihak penyelenggara juga ingin menghormati suasana kampanye di Jakarta menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

"Kami juga menghormati, tahun depan udah Pemilu dan udah mulai kampanye juga. Jadi, kami respect, whathever what's going to happen di Jakarta," tutur Sarah.

"Kami juga pengin kasih tahu ke orang-orang bahwa DWP itu global brand dan kami mau bikin anywhere. Jadi, enggak menutup kemungkinan DWP selanjutnya di Makassar atau Surabaya," imbuhnya.

Baca juga: Pertama Kali, The Weeknd Tampil di Indonesia Lewat Panggung DWPX Bali

Karena DWP berulang tahun yang ke-10, DWP diberi nama DWPX dan digelar di Taman Budaya GWK, Bali, selama tiga hari, 7-9 Desember 2018.

The Weeknd akan meramaikan panggung DWPX. Begitu pula artis-artis musik beken lainnya, antara lain Alesso, Armin Van Buuren, DJ Snake, Major Lazer Soundsystem, RL Grime, Porter Robinson, dan Afrojack.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X