5 Momen yang Patut Ditunggu dalam Konser iKON di Jakarta

Kompas.com - 19/10/2018, 11:42 WIB
Penampilan grup band Korea iKON pada Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2018). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenampilan grup band Korea iKON pada Upacara Penutupan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Boyband Korea Selatan, iKON, akan menggelar konser bertajuk "Continue Tour" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, pada 18 November 2018 mendatang.

Masih ada waktu satu bulan sebelum konser, para iKONIC Indonesia--nama basis penggemar iKON--pasti sudah tak sabar melihat Bobby, Song, Chan, Jay, B.I, DK, dan Ju-ne beraksi di panggung.

Kompas.com merangkum lima momen yang patut ditunggu dan tentu ingin disaksikan langsung dalam konser iKON nanti. Berikut daftarnya:


1. Mendengarkan harmonisasi vokal iKON

Meskipun lebih dikenal sebagai grup hip hop karena nuansa rap yang solid dari B.I dan Bobby, namun vokal member lainnya Song, Chan, Jay, DK, dan Ju-ne tak tenggelam begitu saja. 


Mereka tetap mampu menciptakan harmoni sempurna dengan para rapper, menawarkan keseimbangan pada lagu-lagu mereka. Karena itu, para penggemar pasti menantikan rasa terkagum-kagum saat mendengar mereka bernyanyi.

Baca juga: Boyband iKON Merinding Saat Fans Indonesia Ikut Menyanyi di Upacara Penutupan Asian Games


2. Menikmati mega hits iKON

Ada banyak lagu yang penggemar nantikan, namun "Love Scenario" salah satu mega hit dari iKON, adalah lagu yang tentu paling ingin dinikmati secara langsung.

Seperti single perdana iKON berjudul "My Type", "Love Scenario" mudah untuk dinyanyikan bersama, karena memiliki melodi yang membuat candu.

Namun, singel terbaru mereka berjudul "Goodbye Road" juga tak kalah menarik, karena iKON tampil dengan vokal yang lebih lembut di sini.

Selain itu, ada pula lagu "Rhythm Ta", "Killing Me", dan "Bling Bling" yang juga patut dinanti untuk dibawakan iKON dalam konser di Jakarta.


3. Menyaksikan aksi panggung menakjubkan

Di luar musik, penggemar juga pasti tak sabar menyaksikan aksi panggung yang menakjubkan dari iKON.

Apalagi, mereka sendiri berpartisipasi dalam penyutradaraan VCR dan pembuatan konsep panggung. Terutama soal koreografi tarian mereka yang enerjik.

Selain itu, satu hal tentang iKON adalah mereka tahu bagaimana mendominasi panggung, membuat kehadiran mereka selalu disambut sorakan, mengekspresikan lagu dengan baik, dan menciptakan suasana yang sesuai dengan lagu mereka.

Baca juga: Goodbye Road, Lagu Kesepian Andalan Baru iKON


4. iKON berbicara bahasa Indonesia

Mendengar idola luar negeri berbicara menggunakan bahasa  kita tentu merupakan sesuatu yang menggembirakan. Begitu pula halnya jika para iKONIC Indonesia bisa mendengarkan sepatah dua kata dalam bahasa Indonesia dari para member iKON.

Biasanya, penonton akan menyerukan teriakan-teriakan dalam bahasa Indonesia. Kata-kata sederhana seperti Aku mencintaimu dan Terima kasih. Ketika mendengar idola berusaha menggunakan bahasa lokal penggemar mereka, selalu terasa mengharukan.


5. Konbat Beraksi

Ketika lampu padam untuk menandai dimulainya konser iKON, Tennis Indoor Senayan pasti akan "berkobar" saat para iKONIC melambaikan Konbat (lighstick iKON) mereka untuk bersama-sama menciptakan Konfire yang indah, menyambut hangat member iKONIC di panggung.

Karena salah satu bagian terbaik dari konser adalah para penggemar. iKONIC Indonesia tentu tidak sabar bersorak keras, bernyanyi, dan menari bersama, serta menyampaikan cinta mereka kepada Bobby, Song, Chan, Jay, B.I, DK, dan Ju-ne.

Baca juga: iKON Janjikan Suguhan Menarik dalam Konser di Indonesia



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X