Ronal Surapradja Perkenalkan Kaset kepada Anak

Kompas.com - 21/10/2018, 09:39 WIB
Ronal Surapradja dijumpai dalam sebuah acara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIARonal Surapradja dijumpai dalam sebuah acara di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2018).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Komedian Ronal Surapradja (41) menuturkan ia mengaku punya banyak kenangan indah terhadap musik favoritnya.

Bukan hal mudah bagi Ronal, yang ketika itu masih remaja, untuk mengumpulkan karya musik penyanyi dan band favoritnya. Apalagi, kata Ronal, saat itu kaset dan CD saat itu termasuk barang mewah.

"SMP itu nabung buat beli album kaset. Uang kurang minta Bapak. Beli kasetnya Iwan Fals dulu, (sama) Slank," ucap Ronal saat ditemui di kawasan Tebet, baru-baru ini.

"SMA sudah mampu beli CD, ingat buat nabung terus ke (toko musik) Aquarius, Aquarius itu (di) Jakarta ada, Bandung ada," sambung Ronal.

Jika sulit mendapatkan salah satu koleksi lagu atau album musik terbaru saat itu, Ronal akan mencari yang bekas atau meminjam dari teman yang sudah memiliki koleksi tersebut.

"Kalau misalnya enggak ada uang, cari second-nya. Dulu di Bandung ada (pasar loak) di jalan Cihapit dekat Kebon Kelapa. Atau kalau enggak punya minjam dari teman merekam pakai tape deck yang dua itu. Hal-hal yang sangat indah yang saya akan ingat sampai kapan pun," kenang Ronal.

Suatu ketika, tutur Ronal, kenangan itu muncul lagi gara-gara anaknya. Ceritanya bermula saat ia meminta tolong anaknya untuk memutarkan lagu-lagu dari piringan hitam.

"Dia sudah tahu gimana caranya nyetel piringan hitam (karena) diajarin, enggak sadar ada kaset jatuh, terus dia nanya ‘ini apa?’ Ternyata Generation Z itu ada (sekat zaman) dan dia enggak tahu itu kaset," ucap Ronal.

Saat itu Ronal dihujani banyak pertanyaan seputar kaset, mulai dari fungsinya sampai cara menggunakannya. Hal itu membuat Ronal berusaha mencari cassette player agar bisa menjawab rasa ingin tahu anaknya.

"Akhirnya saya ke Bandung. Ambil (cassette player) dari Mama, dari gudang. Terus kaget dia ‘oh zaman dulu begitu ya’. Aduh (momen) indah tuh. Dan alhamdulillah anak saya sekarang tahu semua platfrom jenis musik," ungkap Ronal.

Lantaran hal tersebut, Ronal bersyukur karena selain kembali mengingat kenangan masa lalunya, ia juga membuat selera musik sang anak mengikuti dirinya.

"Dan untuk (usia) anak SD, anak saya lumayan asyik seleranya, Karena dicekokin bapaknya," imbuh Ronal.

Baca juga: Ronal Surapradja: Pemain Extravaganza Akan Reuni



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X