Pujian Bertubi-tubi untuk Penampilan Julie Estelle dalam The The Night Comes for Us

Kompas.com - 23/10/2018, 11:43 WIB
Julie Estelle berpose saat jumpa pers Sebelum Shooting Film Milly & Mamet di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018). KOMPAS.com/IRA GITAJulie Estelle berpose saat jumpa pers Sebelum Shooting Film Milly & Mamet di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Bukan hanya film The Night Comes for Us arahan sutradara Timo Tjahjanto yang menuai pujian, tetapi juga para aktornya. Salah satu yang paling banyak mengumpulkan sanjungan adalah aktris Julie Estelle.

Ia berperan sebagai Operator, seorang pembunuh misterius yang membantu Ito (Joe Taslim) dalam melancarkan misinya.

Penulis Kieran Fisher dari filmschoolrejects.com bahkan menyebut Julie sebagai ratu film action masa depan.

"Joe Taslim dan Iko Uwais adalah bintangnya, namun Estelle mampu mencuri itu. Film ini menggunakan Uwais dan Taslim untuk memikat penonton, tetapi masa depan seri ini adalah Estelle," tulis Fisher dalam review-nya tentang film The The Night Comes for Us yang tayang di Netflix.

Baca juga: The Night Comes for Us Bikin Pencipta Deadpool Ingin Timo Tjahjanto Sutradarai Deadpool 3

Menurut Fisher, The Night Comes for Us memungkinkan sebagian besar pemainnya - bahkan karakter terkecil sekalipun - untuk bersinar.

Ada beberapa peran dalam film tersebut yang berhak untuk dibuatkan film solo atau spin-off, salah satunya Julie Estelle.

"The Night Comes for Us adalah bagian pertama dari trilogi pertumpahan darah itu. Tetapi bagian terbaik adalah melihat kisah si Operator berlanjut. Dia adalah satu-satunya karakter logis untuk melanjutkan kisah tersebut. Karakternya mengisyaratkan dunia bawah tanah yang jauh lebih besar dan penonton perlu melihat lebih banyak lagi," tulis Fisher.

Julie Estelle dinilai mampu menghidupkan karakter Operator dengan baik, terutama dari adegan-adegan laga nan sadis yang ia tampilkan dalam film itu.

"Tentu saja, dia membunuh beberapa sampah kriminal di jalanan dengan cara-cara brutal yang indah. Dia juga merupakan perwujudan dari semua yang keren dan jahat; karakternya tinggal dalam bayang-bayang sampai dia siap untuk membuat kehadirannya diketahui. Ketika dia melakukannya, orang jahat langsung ambruk," tulis Fisher.

Baca juga: Trailer The Night Comes For Us, Upaya Melepaskan Diri dari Dunia Hitam

Selain itu, ia juga menyanjung aksi Julie Estelle dalam film-film garapan Timo Tjahjanto sebelumnya. Sebut saja Rumah Dara atau Macabre, serta duel maut Julie dengan Iko Uwais di pantai dalam film Headshot.

Fisher memuji pula akting Julie dalam The Raid 2 karya sutradara Gareth Evans, di mana Julie menjadi Hammer Girl.

"Dia mengalahkan pejahat dengan palu. Dia sangat mengagumkan dan menakutkan pada saat yang sama," tulis Fisher.

"Dalam Headshot, sekali lagi, dia sebagai pemeran pembantu, tetapi dia tentu saja membuat kesan yang tak terlupakan dan membuktikan bahwa dia bisa melakukan yang terbaik," tambahnya.

Melihat kemampuan Julie itu, Fisher menganggap Julie layak untuk bermain dalam film Hollywood.

"Hollywood benar-benar harus memerhatikan badass ini juga. Aktris ini memiliki tampilan layar yang mencolok dan aura yang sangat kuat, sehingga dia bisa mendapatkan nama di Hollywood jika dia memilih peran yang tepat," tulis Fisher.

"Estelle tidak hanya menampilkan buku-buku jarinya memar dan berdarah, tapi dia seperti bintang rock. Saat dia muncul di The Raid 2 dan menusuk tenggorokan dengan senjata, itu melambangkan daya tarik yang menawan. The Night Comes for Us memadatkannya," tambahnya.

Baca juga: The Night Comes For Us Disambut Meriah di Fantastic Festival 2018 di AS



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X