Eko Patrio Pernah Dihukum Masuk ke Kolong Ranjang dari Pagi sampai Malam

Kompas.com - 31/10/2018, 16:45 WIB
Eko Patrio dan ayahnya setelah mengebumikan jenazah ibunya di TPU Penggilingan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018) siang. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGEko Patrio dan ayahnya setelah mengebumikan jenazah ibunya di TPU Penggilingan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bukan hanya pengorbanan ibunya yang tak bisa artis komedi dan politikus Eko "Patrio" lupakan. Didikan keras dari ibunya, Jamini, juga meninggalkan kesan mendalam baginya.

Eko merasa bersyukur ibunya mendidiknya dengan "kegalakan" sehingga bisa membuatnya meraih sukses seperti sekarang.

"Banyak banget (kenangan). Saya pernah dimasukkin ke kolong ranjang sama ibu, dari pagi sampai malam. Gara-gara badungnya saya berantem, nakal, itu SMP kelas satu. Saya badung banget," ucap Eko di TPU Penggilingan, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018).

Selain ditinggal berjam-jam di sana, Eko juga tak diberi makanan. Eko mengakui hukuman masuk ke kolong ranjang itu memang tindakan keras.

Namun, baginya hukuman seperti itulah yang kemudian membentuk pribadinya dan mengantarkannya pada kesuksesan.

Baca juga: Eko Patrio Tak Kuasa Bendung Air Mata Kenang Pengorbanan Mendiang Ibunya

"Akhirnya saya sadar. Coba ibu saya enggak galak seperti itu, mungkin saya sampai sekarang badung. Berkat didikan beliaulah saya dapat pendidikan akademis dan agama yang baik," ucal Eko.

Namun sikap galak mendiang ibunya itu, menurut Eko, hanya untuk Eko dan adik-adiknya. Mendiang ibunya perhatian dan baik kepada orang lain.

"Walaupun galak, tapi ibu orangnya enggak perhitungan. Bukan galak ke orang, tapi ibu itu keras mendidik kami, tapi galaknya ibu berkahnya buat kami. Cerewetnya ibu, cintanya buat kami. Alhamdulillah saya dan adik-adik saya berkat didikan beliau dan bapak, kami berkah punya pendidikan bagus dan pekerjaan yang mumpuni," kata Eko.

"Ibu ini orangnya puasa Senin - Kamis rajin, puasa mutih rajin, sedekah rajin. Ketemu orang dikasih duit, kopi, dan lainnya. Semua berkat doa dari ibu. Jadi kalau sekarang banyak yang datang ya mungkin karena kebaikan ibu ya," tambahnya.

Jamini mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (30/10/2018) pukul 15.30 WIB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X