Jodhi Yudono
Wartawan dan budayawan

Menulis esai di media sejak tahun 1989. Kini, selain menulis berita dan kolom di kompas.com, kelahiran 16 Mei ini juga dikenal sebagai musisi yang menyanyikan puisi-puisi karya sendiri maupun karya penyair-penyair besar semacam WS Rendra, Chairil Anwar, Darmanto Jatman, dan lain-lain.

Mulut Kelu Setibanya di Palu

Kompas.com - 02/11/2018, 22:25 WIB
Deretan tenda di Petobo Kompas.com/Jodhi YudonoDeretan tenda di Petobo

Setelah Andri Gultom tiba, saya pun mengutarakan maksud kedatangan kami. Saya bilang ke mereka, saya hendak mengumpulkan data, apa saja sebenarnya yang dibutuhkan anak-anak di pengungsian.

Ya anak-anak.. Kami memang sepakat berkonsentrasi untuk membantu memenuhi kebutuhan anak-anak di tenda-tenda pengungsian. Itulah sebabnya, baik Basri maupun Andri saya minta mendata semua kebutuhan anak-anak. Sebab, dana yang saya peroleh dari ngamen, sebagian besar memang berujud barang sesuai yang diperlukan.

Maka segala keperluan anak pun segera ditulis Basri. Kebutuhan itu berupa buku gambar, pensil warna, buku-buku cerita, buku tulis, pena, pensil, baju seragam sekolah, mainan anak-anak putera dan puteri, tak sekolah putera/puteri, popok, susu...

Saya ingin lekas konkret, itulah sebabnya saya minta segera diantar ke tenda pengungsian. Kawan-kawan pun mengantar saya ke Petobo, sebuah wilayah yang terpendam akibat likuivaksi.

Sepanjang perjalanan menuju Petobo nampak tenda di mana-mana. Tenda-tenda penduduk di halaman rumah mereka dengan bentuk yang sederhana, tenda-tenda tentara, tenda relawan, hingga tenda-tenda yang rapih hasil bantuan luar negeri dari China, Australia, Italia, dan beberapa negara lainnya.


Basri rupanya sudah dikenal baik di sini. Segera, setelah mengetahui kedatangan Basri, anak-anak di tenda pengungsian itu mengerumuni kami. Mereka menyapa Basri dengan sebutan Om Ribas.

Usai kami berkenalan, Basri pun meminta kepada anak-anak itu untuk menghubungki salah seorang relawan kami yang ditempatkan di Petobo untuk mendata ukuran pakaian dan sepatu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Nanti tanggal 11 November, Om Jodhi akan kembali ke sini dan membawa keperluan kalian. Bukan cuma itu, Om Jodhi juga akan mengajak kawan-kawannya untuk mendongeng dan menghibur kalian," ujar Basri yang disambut senyum bahagia anak-anak.

Setelah berfoto bersama, kami pun berpisah. Basri kemudian mengajak saya ke desa yang terpendam di salah satu wilayah Petobo.

Astaga... kampung itu..desa itu.. yang dulu berdenyut siang dan malam, kini telah musnah!
Petobo..Petobo, nestapa apa, duka macam apa, yang telah kalian derita seusai bencana?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.