Agensi NCT 127 Minta Maaf karena Gunakan Tarian Haka dalam Simon Says

Kompas.com - 03/12/2018, 19:22 WIB
NCT 127 buka Music Bank in Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017) malam. DOK.SMNNCT 127 buka Music Bank in Jakarta di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (2/9/2017) malam.

KOMPAS.com -- Agensi boyband NCT 127, SM Entertainment, meminta maaf karena tak berkonsultasi dengan Suku Maori terlebih dulu sebelum menggunakan koreografi tarian Haka dalam video musik "Simon Says".

Sebagai informasi, Haka merupakan tarian atau seruan perang atau tantangan dari Suku Maori di Selandia Baru. Haka umumnya dilakukan berkelompok dengan ciri khas gerakan menyentakkan kaki berirama disertai teriakan.

Permintaan maaf itu dilakukan setelah dosen Suku Maori, Karlite Rangihau, tersinggung oleh penggunaan Haka dalam video musik NCT 127.

Dalam email ke Rangihau, Emily Oh dari SM Entertainment, mengatakan bahwa mereka menggunakan Haka karena kata-katanya yang membangkitkan semangat.

"Kami minta maaf jika ada pelanggaran yang dilakukan tanpa menghiraukan niat kami. Kami benar-benar memahami dan menghargai perhatian dan pendapat Anda," kata Emily Oh dalam surel itu.

Video musik "Simon Says" mengambil sampel tiga detik dari tarian Haka pada pembukaannya dan diakhiri dengan kalimat yang menantang "kami tidak memerhatikan".

Emily Oh menambahkan, agensinya mengambil sampel dari video pernikahan yang mereka temukan secara online dan meminta izin kepada pasangan dari Suku Maori yang memiliki video tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa mereka mencoba yang terbaik untuk menemukan makna asli dari Haka sehingga pihaknya dapat menyambungkannya dengan pesan dari NCT 127.

Rangihau mengatakan, SM Entertainment seharusnya meminta izin dari iwi atau masyarakat Maori, bukan kepada individu.

"Haka adalah milik suku. Saya sadar bahwa pasangan pengantin mungkin tidak memahami prosedur tradisional di sekitar praktik adat ini," kata Rangihau.

Meski begitu, Rangihau yang juga seorang pembuat film terkemuka berterima kasih SM Entertainment karena sudah beritikad baik.

"Ini memberi saya harapan bahwa industri dan orang-orang dalam promosi dan pemasaran grup-grup (K-pop) ini dapat sedikit lebih sadar akan apropriasi budaya (menggunakan sebuah kultur untuk kepentingan sendiri)," ujar Rangihau.

Video musik NCT 127 merupakan salah satu dari daftar panjang orang atau pihak yang pernah mengadopsi budaya Maori ke dalam karya mereka. Dulu, haka dan moko pernah digunakan untuk menjual produk minuman energi dan mobil Jerman.

Baca juga: NCT 127 Ungkap Keinginan Berkolaborasi dengan Camila Cabello

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Stuff
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X