Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pihak Taksi Taiwan Salahkan Cara Berkendara Rombongan BTS

Kompas.com - 10/12/2018, 12:12 WIB
Andi Muttya Keteng Pangerang

Editor

Sumber Koreaboo

KOMPAS.com -- Pihak taksi yang diduga mengangkut sasaeng untuk menguntit boyband BTS setelah konser di Taiwan, memberikan penjelasan tentang insiden kecelakaan yang melibatkan rombongan BTS, Minggu (9/12/2018).

Menurut Wikipedia, dalam kebudayaan Korea Selatan, sasaeng adalah penggemar idola K-pop atau figur publik lain yang sangat obsesif dan sering melakukan pelanggaran privasi.

Perusahaan taksi tersebut menyalahkan iring-iringan kendaraan BTS karena mengikuti kendaraan lain terlalu dekat.

"Penyebab insiden ini adalah karena enam (sebelumnya disebutkan tujuh) kendaraan selebritas (BTS) semuanya mengikuti kendaraan lain dengan sangat dekat," kata perwakilan taksi tersebut dalam pernyataannya.

Penjelasan tersebut berdasarkan tayangan video yang memperlihatkan kondisi lalu lintas saat kecelakaan BTS terjadi. Hal itu terekam oleh kamera dashboard salah satu taksi yang berada beberapa jarak di belakang rombongan BTS.

"Selain kami yang akan memberi jalan selama mereka menyalakan sinyal kendaraan, siapa masyarakat umum yang ingin memberikan jalan? Di Taiwan juga ada hak jalan tertentu, itu tidak seperti kau mendapatkan bintang Super Mario dengan menyalakan sinyal," ujar pihak taksi.

"Belum lagi, di jalan menuju Taipei itu terjadi kemacetan lalu lintas, masyarakat umum berbaris satu per satu - siapa yang mau memberikan jalan ke kendaraan yang mencoba memaksa masuk ke jalur?" tambahnya.

"Ada beberapa kendaraan selebritas (BTS) yang mencoba memaksa mereka (kendaraan warga) pada saat yang sama, kecepatannya terlalu cepat, dan jarak antara mobil terlalu pendek. Tidak semua reaksi setiap orang cukup cepat untuk mengerem mendadak," sambung pihak taksi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com