Kaleidoskop 2018: Marlina Si Pembunuh hingga Agnez Mo Ukir Prestasi di Luar Negeri - Kompas.com

Kaleidoskop 2018: Marlina Si Pembunuh hingga Agnez Mo Ukir Prestasi di Luar Negeri

Kompas.com - 17/12/2018, 16:34 WIB
Salah satu adegan dalam film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts).Cinesurya Pictures Salah satu adegan dalam film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Industri hiburan Tanah Air selama 2018 tak hanya dihiasi sensasi.

Sebagian pelaku industri hiburan Indonesia juga telah mengukir prestasi di luar negeri, bahkan yang berskala internasional.

Fatin Shidqia menjalani shooting klip video Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu di Studio 14, Jalan H Kelik, Jakarta Barat, Jumat (30/9/2016).KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG Fatin Shidqia menjalani shooting klip video Salahkah Aku Terlalu Mencintaimu di Studio 14, Jalan H Kelik, Jakarta Barat, Jumat (30/9/2016).

Fatin Shidqia

Fatin Shidqia Lubis, yang baru berusia in 22 tahun, pada Juli 2018 masuk dalam daftar Artis Musik Asia Terbaik versi Asiana Circus.

Ia menduduki posisi keenam dari 10 artis musik yang ada dalam daftar tersebut.

Baca juga: Fatin Shidqia Lubis: Bermusik Bikin Aku Bahagia

Fatin Shidqia juga didaulat menjadi salah satu penyanyi dalam Theme Song World Youth Forum (WYF) 2018 di Kairo, Mesir, pada November lalu.

WYF merupakan sebuah platform digital yang dibuat untuk menyebarkan misi perdamaian dunia untuk para pemuda.

Fatin Shidqia mulai terkenal setelah memenangi ajang pencarian bakat X Factor Indonesia pada 2013. Suaranya yang sengau dan unik telah mengantarnya untuk terus bersinar di dunia tarik suara.

Tatjana Saphira berfoto seusai sesi wawancara untuk promosi film Ayat-ayat Cinta 2 di kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017). Tatjana berperan sebagai Halyu dalam film yang disutradarai oleh Guntur Soehardjanto dan dijadwalkan mulai diputar di bioskop pada 21 Desember 2017 itu.KOMPAS.com/ARI PRASETYO Tatjana Saphira berfoto seusai sesi wawancara untuk promosi film Ayat-ayat Cinta 2 di kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah, Jakarta Pusat, Jumat (8/12/2017). Tatjana berperan sebagai Halyu dalam film yang disutradarai oleh Guntur Soehardjanto dan dijadwalkan mulai diputar di bioskop pada 21 Desember 2017 itu.

Tatjana Saphira

Memulai kariernya lewat dunia modeling, Tatjana Saphira (21) kemudian membintangi banyak film, antara lain Crazy Love (2013), Get M4rried (2013), I am Hope (2016), Sweet 20 (2017), dan Ayat-ayat Cinta 2 (2017).

Baca juga: Tatjana Saphira Raih Penghargaan di Seoul International Drama Awards 2018

Pada September 2018, Tatjana, yang pernah main iklan bersama artis peran Korea Selatan Gong Yoo pada 2017, menyabet Asian Star Prize dalam Seoul International Drama Awards 2018.

Tatjana meraih penghargaan tersebut bersama artis peran Jepang Ryohei Otani.

Sutradara asal Indonesia Aditya Ahmad (kiri) menggenggam trofi Best Short Film untuk film Kado dalam Orizzonti Awards pada The 75th Venice International Film Festival, Italia, Sabtu (8/9/2018) waktu setempat.AFP/TALBERTO PIZZOLI Sutradara asal Indonesia Aditya Ahmad (kiri) menggenggam trofi Best Short Film untuk film Kado dalam Orizzonti Awards pada The 75th Venice International Film Festival, Italia, Sabtu (8/9/2018) waktu setempat.

Film Kado (A Gift)

Film pendek karya sineas Aditya Ahmad (29), yang diproduseri oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, ini terpilih menjadi Best Short Film pada Orizzonti Awards dalam The 75th Venice International Film Festival, Italia, pada 8 September 2018.

Film yang diproduksi oleh Miles Films ini keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan 12 film pendek finalis lainnya.

Penghargaan yang diterima Aditya itu diserahkan langsung oleh pengamat film Perancis dan Direktur Cinematheque Française, Frederic Bonnaud.

Aditya menjadi satu-satunya sineas Indonesia yang berlaga pada Orizzonti Awards dalam The 75th Venice International Film Festival 2018.

Kado merupakan film pendek berdurasi 15 menit yang bercerita tentang perempuan bernama Isfi, yang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk temannya, Nita.

Untuk bisa diterima di rumah Nita, Isfi harus mengubah penampilannya.

Marsha Timothy membintangi film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts).Cinesurya Pictures Marsha Timothy membintangi film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts).

Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak

Film garapan sutradara Mouly Surya ini menjadi film Indonesia yang menyedot perhatian.

Sejak dirilis pada November 2017, film yang dimainkan oleh Marsha Timothy, Dea Panendra, Yoga Pratama, dan Egi Fedly ini seolah tak henti meraih prestasi cemerlang baik di dalam maupun di luar negeri.

Pada Januari 2018, empat penghargaan digenggam oleh film ini dalam Asian Film Awards 2018.

Penghargaan-penghargaan itu meliputi Aktris Utama Terbaik (Marsha Timothy), Desain Produksi Terbaik (Frans Paat), Sinematografi Terbaik (Yunus Pasolang), dan Tata Suara Terbaik (Khikmawan Santosa).

Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (Marlina the Murderer in Four Acts) juga meraih penghargaan sebagai Best Cinematography pada Festival Film Asia Pasifik 2018 di Taipei, Taiwan, pada September lalu.

Selain itu, film yang berlatar tempat di Sumba ini juga meraih penghargaan dalam Asian World Film Festival (AWFF) 2018, yang berlangsung di Culver City, California, AS, pada November lalu.

Film yang mengisahkan seorang istri yang mencari keadilan atas kematian suaminya ini berhasil meraih penghargaan juri khusus atau Snow Leopard Special Jury Award dalam AWFF 2018.

Sutradara film The Night Comes For Us, Timo Tjahjanto, berpose di Pippo Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).Kompas.com/Tri Susanto Setiawan Sutradara film The Night Comes For Us, Timo Tjahjanto, berpose di Pippo Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018).

Film Sebelum Iblis Menjemput

Film garapan sutradara Timo Tjahjanto ini dirilis pada Agustus 2018.

Film yang dibintangi oleh Chelsea Islan dan Pevita Pearce ini membawa pulang penghargaan dalam The Sitges International Fantastic Film Festival of Catalonia 2018, Spanyol, pada Oktober lalu.

Dalam festival tersebut, Sebelum Iblis Menjemput (May The Devil Take You) meraih penghargaan sebagai film terbaik dalam kategori Midnight XTreme.
 
Penghargaan itu diberikan oleh Carnet Jove Jury, kelompok ekslusif dalam struktur juri festival yang terdiri dari sejumlah kritikus film.

Baca juga: Sebelum Iblis Menjemput Tayang Internasional, Para Pemainnya Bersuka Cita

Penghargaan tersebut jatuh ke film ini karena jalan cerita sampai tingkat horor dalam film tersebut memberi sensasi serta imajinasi horor yang berbeda.

Pada 2018, film ini juga telah diputar dalam berbagai festival film internasional, antara lain L'Etrange Festival Paris, Fantastic Festival di AS, dan BFI London Film Festival.

Agnez Mo dan Chris Brown dalam foto yang diunggah pada akun Instagram  @agnezmo.Instagram/Agnez Mo Agnez Mo dan Chris Brown dalam foto yang diunggah pada akun Instagram @agnezmo.

Agnez Mo dan lagu "Overdose"

Agnes Monica Muljoto, yang kini dikenal dengan nama keartisan Agnez Mo, juga mencetak prestasi internasional.

Penyanyi berusia 32 tahun yang sudah mengeluarkan dua singel di luar Indonesia pada 2017, yaitu "Damn I Love You" dan "Long as I Get Paid", pada 2018 merilis singel "Overdose".

Ia menyajikan lagu tersebut berdua artis musik Chris Brown dari AS.

Baca juga: Agnez Mo Terpilih Jadi Artist of the Week Billboard Vietnam

"Overdose" masuk ke empat tangga lagu Billboard: Billboard Mainstream R&B/HipHop di posisi ke-28, Billboard Mixshow Airplay di urutan ke-30, R&B/HipHop Airplay di posisi ke-36 ("With You" dari Mariah Carey di urutan ke-38), dan Billboard Rhythmic Songs di posisi ke-38 ("Girls Like You" Maroon 5 di urutan ke-390.
 
Kini video musik "Overdose", yang dirilis pada September 2018, mencetak 11 juta view.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X