Nuansa Musik Perjanjian dengan Iblis Berbeda dengan Film Horor Umumnya

Kompas.com - 17/12/2018, 22:22 WIB
Aktor sekaligus komposer musik Aghi Narottama berpose di sela wawancara promo film Perjanjian Dengan Iblis di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Film bergenre horor ini akan segera tayang pada 10 Januari 2019 mendatang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIAktor sekaligus komposer musik Aghi Narottama berpose di sela wawancara promo film Perjanjian Dengan Iblis di Menara Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Film bergenre horor ini akan segera tayang pada 10 Januari 2019 mendatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Komposer musik untuk film  Perjanjian dengan Iblis, Aghi Narottama, mengatakan bahwa scoring film horor garapan sutradara Ardy Octaviand yang ia tangani akan berbeda dari yang lainnya.

Hal ini, kata Aghi, disebabkan oleh musik latar yang tak langsung membangun suasana menyeramkan seperti film horor pada umumnya.

"Kalau biasanya nuansa musiknya langsung menyeramkan, tapi kalau ini enggak, ada suasana (musik) bahagianya dulu," ucap Aghi saat bertandang ke redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Baca juga: Artika Sari Devi Jatuh Cinta kepada Rengganis

Menurut pria yang juga bermain sebagai Bara dalam film ini, tak ada kesan horor di awal cerita Perjanjian dengan Iblis, melainkan suasana keluarga dan nuansa 90-an yang menjadi latar film tersebut.

"Mungkin penonton enggak akan nyangka dan langsung merasakan jump scare, suasana kebahagiaan liburan sebuah keluarga di pulau gitu, baru setelah itu perlahan-lahan atmosfer horornya kebangun dari musik yang saya garap," ungkap Aghi.

"Jadi suasana horornya masuk seiring perjalanan cerita, jadi grafiknya dari bawah terus naik pelan-pelan, enggak yang naik-turun gitu," sambungnya.

Aghi pun menambahkan bahwa keterlibatannya sebagai pemain dalam film ini juga membuatnya lebih mudah untuk melakukan scoring musik yang pas untuk film yang dibintangi oleh Shandy Aulia, Artika Sari Devi, Alex Abbad, dan Basmalah Gralind ini.

"Karena kebetulan saya juga jadi pemain, jadi gampang membaca suasana dan gambaran yang pas untuk musiknya, beda dengan biasanya saya hanya terima film jadi, saya review, baru saya masukkin musiknya. Kalau ini enggak gitu," ungkap Aghi.

Rencananya, film yang mengisahkan sebuah kisah keluarga yang diteror di sebuah pulau ini sendiri akan tayang pada 10 Januari 2019.

Baca juga: Artika Sari Devi Belajar Akting Bela Diri untuk Film Horor Pertamanya

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X