Penyanyi IU Akan Tuntut Pihak yang Menuduhnya Lakukan Penipuan Investasi

Kompas.com - 08/01/2019, 09:36 WIB
Penyanyi asal Korea Selatan IU soompiPenyanyi asal Korea Selatan IU

KOMPAS.com - Penyanyi asal Korea selatan, Lee Ji Eun atau IU, akan menuntut pihak yang telah menuduhnya melakukan penipuan investasi. Pada Senin (7/1/2019), agensinya IU, Kakao M, merilis pernyataan melalui halaman Facebook resmi IU.

"Kami mengumpulkan bukti dengan cepat melalui email yang dikirim penggemar hari ini tentang berbagai rumor online dan komentar jahat," tulis Kakao M.

"Untuk melindungi artis kami dari pencemaran nama baik dan desas-desus palsu, kami akan mengambil sikap hukum yang tegas mengenai hal ini," tambahnya.

Sebelumnya, Sky E-Daily melaporkan bahwa IU termasuk di antara mereka yang diuntungkan dari pembukaan jalur sistem kereta baru berkecepatan tinggi GTX.

Tiga jalur baru yang menghubungkan Seoul ke pinggiran Provinsi Gyeonggi saat ini sedang dikembangkan dan laporan itu menyatakan bahwa tanah yang dibeli IU pada Januari 2018 berada di salah satu kota yang akan dilewati oleh jalur baru itu.

Karena pembukaan jalur itu, tanah yang dibeli oleh IU seharga 4,6 miliar won (sekitar Rp 57,9 miliar) sekarang diperkirakan harga pasarnya senilai 6,9 miliar won (sekitar Rp 86,9 miliar). Artinya harganya mengalami kenaikan sekitar 2,3 miliar won atau Rp 28,9 miliar.

Dalam daftar orang-orang yang diuntungkan dari pembukaan jalur GTX baru, IU adalah satu-satunya selebritas. Laporan lebih lanjut menyatakan bahwa dia juga menerima manfaat terbesar.

Setelah itu, muncul spekulasi di antara para pengguna internet bahwa IU melakukan penipuan investasi. Orang-orang berpendapat bahwa penyanyi tersebut pasti telah diberi tahu tentang kota-kota yang akan dilewati garis-garis GTX baru.

Pada akhirnya, mereka menuduhnya membeli tanah dengan niat untuk menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Namun, agensi IU membantah tuduhan itu dengan tegas.

“Memang benar IU membeli sebuah bangunan di dekat Gwacheon, Provinsi Gyeonggi,  Januari lalu. Namun, dia membelinya hanya untuk kepentingan pribadi," kata Kakao M.

Mereka melanjutkan, bangunan itu saat ini memiliki studio pribadi untuk IU dan empat atau lima ruang latihan pribadi untuk artis junior yang dia dukung. Sisa ruang gedung digunakan sebagai kantor untuk bisnis ibunya.

"Dia tidak memiliki niat untuk menjualnya dalam waktu dekat. Informasi itu tidak benar. Satu-satunya alasan dia memilih lokasi adalah karena dekat dengan rumahnya di Bangbae," ucap agensi IU.

"Rumor dan spekulasi tentang hal itu jelas salah. Kami juga ingin menekankan bahwa nilai bangunan yang dikabarkan hanyalah spekulasi dan bukan informasi yang telah dikonfirmasi," tambah mereka.

Baca juga: Penyanyi IU Dianggap Bisa Jadi Konselor Kesehatan Mental Tentara



Sumber Soompi
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X