SISITIPSI: Awalnya Nge-band Buat Keren-kerenan doang di Kampus

Kompas.com - 13/02/2019, 10:07 WIB
Personel grup band SISITIPSI berpose usai mengisi program Selebrasi (Selebritas Beraksi) di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/02/2019). Dalam program ini SISITIPSI menyanyikan tiga buah lagu yang berjudul Aroma Dia, Paling Bisa dan Masih Kurang. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPersonel grup band SISITIPSI berpose usai mengisi program Selebrasi (Selebritas Beraksi) di Studio 1 Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/02/2019). Dalam program ini SISITIPSI menyanyikan tiga buah lagu yang berjudul Aroma Dia, Paling Bisa dan Masih Kurang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup musik SISITIPSI tak pernah membayangkan bahwa kehadiran mereka diterima oleh banyak penikmat musik Tanah Air.

Padahal, pada awalnya grup musik yang beranggotakan Fauzan Lubis (vokal), Aditiya Rahman (drum), Eka Wiji Astanto (contrabass), Hendar Dimas Anggara (keyboard), Rian Rahman (gitar), dan Amoroso Romadian (trombone) ini hanya untuk hiburan di kampus.

"Awalnya kami tuh cuma pengin keren-kerenan doang di kampus buat nge-band, nah dari situ kami kulik lagu The Beatles, nah dari situ benang merah musik kami," ucap Fauzan atau Ojan, saat bertandang ke redaksi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Band SISITIPSI Sempat Gunakan Nama Flyover di Awal Kemunculannya

Lagu-lagu The Beatles, kata dia, menjadi satu jembatan antar personel SISITIPSI yang punya selera musik berbeda-beda.

Lanjut Ojan, lagu-lagu grup band legendaris asal Liverpool, Inggris tersebut telah menemani mereka selama awal-awal bermusik.

"Beberapa orang beranggapan ini (SISITIPSI) musik yang baru, padahal jazz yang enggak kesampaian ha ha ha, samanya kami cuma sama-sama suka the Beatles," ungkap Ojan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sadar punya potensi, SISITIPSI coba menyeriusi karier musik mereka. Apalagi, kata Ojan, beberapa lagu mereka mendapat sambutan yang cukup membanggakan.

"Karena SoundCloud awalnya, pas jadi hits, kami jadi berapi-api. Eka punya lagu, Rian punya lagu, gue punya lagu, akhirnya kami rekam masukkan SoundCloud, terus yang view ribuan," ucap Ojan.

"Nah dari situ kami PD (percaya diri) buat bikin album, meskipun saat itu suara gue lagi bindenglah, apalah," sambungnya.

Baca juga: Alasan SISITIPSI Pakai Bahasa Slang untuk Judul Lagu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.