50 Tahun Pertunjukan Pertama John Lennon-Yoko Ono Diperingati

Kompas.com - 03/03/2019, 16:47 WIB
Yoko Ono (tengah, berdiri) bersama mendiang suaminya, John Lennon (kanan, berdiri). mirror.co.ukYoko Ono (tengah, berdiri) bersama mendiang suaminya, John Lennon (kanan, berdiri).
Penulis Ati Kamil
|
Editor Ati Kamil

LONDON, KOMPAS.com -- Sebuah plakat baru telah diluncurkan untuk memperingati pertunjukan pertama Yoko Ono dengan John Lennon di muka publik pada 50 tahun yang lalu di Cambridge University, Inggris.

Ono mengadakan pementasan jazz di Lady Mitchell Hall, Cambridge University, pada 2 Maret 1969. Lennon, yang kini telah tiada, bergabung dengan Ono sebagai "bandnya" (band Ono).

Kini, sebuah plakat bertulisan "Yoko Ono John Lennon Cambridge 1969" telah diluncurkan untuk menandai acara tersebut.

Peluncuran itu dilakukan sebelum pameran enam bulan karya Ono yang akan digelar di berbagai kota.

Baca juga: Seikat Rambut John Lennon Terjual Rp 470 Juta

Konser jazz eksperimental pasangan ini diliput secara singkat dalam publikasi mahasiswa The Cambridge News ketika itu.

Berita tersebut menjelaskan bahwa Lennon duduk dengan membelakangi para penonton selama sebagian besar dari pertunjukan 26 menit itu.

Bagian dari artikel tersebut menggambarkan bagaimana Ono membuka pementasan tersebut dengan "nada sirene yang menakutkan" dan menutupnya dengan "serangkaian jeritan panjang".

Baca juga: Gitar Akustik John Lennon Terjual 2,4 Juta Dollar AS

BBC News memberitakan bahwa Lennon, sementara itu, duduk di dekat Ono dengan membelakangi kerumunan penonton, "memegang, menggoyang, mengayunkan gitar-gitar elektronik tepat ke arah sebuah speaker besar".

Pada 1980, Lennon berbicara kepada BBC tentang konser Cambridge tersebut.

"Para penontonnya sangat aneh, karena mereka semua merupakan intelektual sok berseni dari Cambridge," katanya, tetapi menambahkan bahwa mereka, "benar-benar solid."

Baca juga: Yoko Ono Tak Mau Berhenti dari Musik

Gabriella Daris, seorang sejarawan seni dan kurator pameran Yoko Ono yang akan datang, mengatakan, "Ada sangat sedikit bahan untuk memperingati ini selain laporan pers, dari mulut ke mulut, dan rekaman aktual."

Sebuah rekaman pertunjukan John Lennon dan Yoko Ono, disebut Cambridge 1969, dimainkan di serambi Lady Mitchell Hall ketika plakat, yang diberikan ke universitas oleh Daris, diluncurkan Sabtu (2/3/2019) waktu Inggris pada peringatan 50 tahun konser tersebut.

Pameran Yoko Ono: Looking For....., yang akan dibuka pada Juni 2019 dan berlangsung hingga akhir 2019, akan menampilkan lebih dari 90 karya Ono.



Sumber NME.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X