Kabulkan Banding, Pengadilan Tinggi Jakarta Perintahkan Ahmad Dhani Tetap Ditahan

Kompas.com - 13/03/2019, 20:47 WIB
Ahmad Dhani berpose 2 jari di ruang sidang PN Surabaya, Selasa (5/3/2019) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAhmad Dhani berpose 2 jari di ruang sidang PN Surabaya, Selasa (5/3/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski mengabulkan pengajuan banding musikus Ahmad Dhani terhadap vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta memerintahkan pentolan Dewa 19 itu tetap ditahan.

Sebagai informasi, majelis hakim PN Jakarta Selatan menjatuhkan vonis hukuman satu tahun enam bulan penjara kepada Ahmad Dhani atas kasus ujaran kebencian, Senin (28/1/2019).

"Menyatakan terdakwa tetap dalam tahanan," demikian bunyi putusan bernomor 58/Pid.Sus/2019/PT.DKI dalam situs resmi Mahkamah Agung, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (13/3/2019).

Majelis hakim PT Jakarta menilai Dhani tetap bersalah melakukan ujaran kebencian melalui tiga twitnya.

"Menyatakan Terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Dengan sengaja dan tanpa hak, menyuruh lakukan, menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA)," bunyi lanjutan putusan tersebut.

Pengadilan pun memangkas vonis PN Jakarta Selatan terhadap Dhani dari hukuman satu tahun enam bulan menjadi satu tahun penjara.

"Menerima permintaan Banding dari Penuntut Umum dan Terdakwa tersebut. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun," tulis situs tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Pihak Ahmad Dhani Bantah Konser Hadapi Dengan Senyuman Ajang Kampanye

"Menetapkan lamanya Terdakwa dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," tambahnya.

Sebelumnya, majelis hakim PN Jakarta Selatan menilai, Dhani melanggar Pasal 45A Ayat 2 juncto Pasal 28 Ayat 2 Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Tim kuasa hukum Dhani kemudian mendaftarkan banding tersebut ke pengadilan pada Kamis (31/1/2019).

Mereka menilai bahwa pertimbangan majelis hakim PN Jakarta Selatan dalam memvonis Dhani banyak kelemahannya, salah satunya tak sesuai fakta-fakta yang ada. Dhani juga mengajukan banding karena merasa tidak melakukan ujaran kebencian.

Baca juga: Pengadilan Tinggi Jakarta Pangkas Vonis Ahmad Dhani

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.